ANALIS MARKET (13/10/2021) : IHSG Berpotensi Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (12/10), IHSG ditutup lebih tinggi (+0.41%) ke level 6486.27 dengan saham sector property (+1.19%) dan kesehatan (+1.41%) yang menjadi penopang penguatan. Adapun saham WIKA (+6.51%), PTPP (+6.81%), WSKT (+3.59%) naik signifikan ditengah perburuan kontrak baru yang massif di akhir tahun hingga pelonggaran PPKM yang memicu kembali berjalannya kegiatan konstruksi. Di sisi lain, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih sebesar IDR 428.61 miliar. Adapun saham-saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain CASA, BBNI, ADRO.

Di sisi lain, pada bursa AS, mayoritas indeks memperpanjang kerugian karena investor semakin gelisah menjelang pendapatan kuartal ketiga, sementara lonjakan saham Tesla membantu mendukung pasar. Menambah kehati-hatian investor, Federal Reserve diperkirakan akan merilis risalah pada hari Rabu dari pertemuan kebijakan terakhirnya, di mana para pelaku pasar akan mencari petunjuk tentang kapan bank sentral AS dapat mulai mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran. Di tempat lain, Data AS menunjukkan pasar tenaga kerja tetap ketat, dengan rekor jumlah orang Amerika berhenti dari pekerjaan mereka dan lowongan pekerjaan berjumlah lebih dari 10 juta, memicu kekhawatiran inflasi karena pengusaha menaikkan upah untuk menarik dan mempertahankan pekerja. Selanjutnya, laporan indeks harga konsumen hari Rabu akan menarik perhatian investor yang mencari petunjuk tentang inflasi.

Sementara itu, memulai perdagangan Rabu (13/10), Indeks Nikkei (-0.12%) dan Topix (-0.05%) dibuka lebih rendah mempertimbangkan dampak kenaikan inflasi pada pemulihan ekonomi dan menantikan laporan pendapatan. Di China, kekhawatiran meningkat tentang penularan di antara pengembang yang berutang. Sinic Holdings Group Co. telah menjadi perusahaan real-estate terbaru yang memperingatkan default yang akan segera terjadi. Sementara itu, IMF memperingatkan risiko penurunan mendadak dan tajam dalam harga ekuitas global dan nilai rumah karena bank sentral global menarik dukungan yang mereka berikan selama pandemi. Dari pasar komoditas, harga minyak WTI (- 0.12%) cenderung stabil di level US$ 80 per barel, harga CPO (-2.02%) turun, dan harga batu bara (+3.65%) membukukan kenaikan yang lebih rendah.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi mixed menjelang rilisnya inflasi AS dan masuknya musim pendapatan. Di sisi lain, pernyataan IMF yang menurukan prospek pertumbuhan global juga menghambat pergerakan IHSG. Adapun IMF memangkas perkiraan pertumbuhan global 2021 menjadi 5.9% dari 6.0%,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (13/10/2021).