WSKT Harap Pernyataan Efektif Right Issue Terbit Akhir November 2021

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Waskita Karya Tbk (IDX: WSKT) telah menyampaikan pendaftaran kepada OJK (Otoritas Jasa Keuangan) terkait rencana  Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHETD) atau right issue, dengan menawarkan sebanyak 24.564.915.000 lembar saham seri B bernominal Rp100 per lembar.

Dalam prospektus right issue emiten konstruksi BUMN yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/10/2021), disebutkan bahwa perseroan mengharapkan otoritas pasar modal menerbitkan pernyataan efektif pada tanggal 23 November 2021.

Sementara itu, Negara Republik Indonesia selaku pemegang 66,036 persen porsi saham WSKT telah menyatakan akan melaksanakan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)-nya, dengan Penambahan Penyertaan Modal Negera (PMN).

Seperti diketahui, Kementerian BUMN telah mengusulkan PMN senilai Rp3 triliun dalam Rancanangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022. Sedangkan untuk APBN 2021 diusulkan mendapatan PMN sebesar Rp7,9 triliun.

Sehingga usai pelaksanaan right issue, porsi kepemilikan negara dalam WSKT bertambah menjadi 84,53 persen. Sedangkan porsi kepemilikan pemegang saham lainnya yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan berdilusi sebesar-besarnya 64,4 persen.

Masih berdasarkan prospektus itu, bahwa dana yang diperoleh dari hasil right issue ini setelah dikurangi biaya-biaya seluruhnya akan digunakan untuk penyelesaian proyek jalan tol, modal kerja proyek konstruksi serta investasi pengembangan entitas anak perseroan.

Sebelumnya, WSKT membutuhkan dana sebesar Rp2,004 triliun untuk menyelesaikan ruas tol Kayu Agung - Palembang - Bentung dan ruas tol Ciawi - Sukabumi yang membutuhkan dana sebesar Rp996  miliar.