Kasus COVID-19 Tinggi, Wall Street Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Senin (4/1/2021) yang merupakan sesi perdagangan saham pertama tahun ini di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, dipicu kekhawatiran terhadap tingginya jumlah kasus baru virus Corona (COVID-19).

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 382,59 poin, atau sekitar 1,25 persen, menjadi 30.223,89. Indeks S&P 500 anjlok 55,42 poin, atau sekitar 1,48 persen, menjadi 3.700,65. Indeks komposit Nasdaq melorot 189,84 poin, atau sekitar 1,47 persen, menjadi 12.698,45.

Jumlah kasus baru COVID-19 di AS mencapai 153.911 kasus pada Senin. Pada hari yang sama, jumlah kematian akibat COVID-19 mencapai 1.589 kasus.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, 10 di antaranya berakhir di teritori negatif. Indeks sektor properti terjun 3,29 persen, sedangkan indeks sektor energi naik 0,13 persen.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2021 naik US$51,5, atau sekitar 2,72 persen, menjadi US$1.946,6 per ons. Indeks dolar AS turun 0,14 persen menjadi 89,64.

Bursa saham Eropa menguat pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,7 persen, seiring terus berlanjutnya proses vaksinasi COVID-19 di Benua Biru.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 111,36 poin, atau sekitar 1,72 persen, menjadi 6.571,88. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 7,96 poin menjadi 13.726,74.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, meningkat 25,50 poin, atau sekitar 0,32 persen, menjadi 8.099,20. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, menanjak 37,55 poin, atau sekitar 0,68 persen, menjadi 5.588,96.

Nilai tukar pound sterling menguat 0,20 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,3682 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,5 persen menjadi 1,1139 euro per pound.