Menko Luhut Klaim Investasi China Ramah Lingkungan

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan resmi membawa Indonesia menjalin kerjasama lebih erat dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Kedua negara melakukan penandatanganan dokumen kerja sama (MoU) terkait proyek kerja sama Two Countries Twin Park yang berlangsung di Hotel Niagara Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

“Kedatangan sahabat saya, Bapak Wang Yi (Menlu RRT) ke Danau Toba ini diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antar kedua negara,” ujar Luhut.

Adapun konsep Two Countries Twin Park ini merupakan usulan Pemerintah Provinsi Fujian yang melibatkan Yuanhong Industrial Park dengan Kawasan Industri Bintan, Kawasan Industri Aviarna, dan Kawasan Industri Batang.

Pembangunan ini memiliki tujuan sebagai model kerjasama selanjutnya antara Indonesia dan RRT (China).

Secara garis besar, kedua negara membangun model baru industri antara Indonesia dan China, membentuk dasar yang efisien bagi investasi dan perdagangan dua arah, serta memperkuat pertukaran kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Luhut bahkan mengklaim, investasi China ramah lingkungan.

"Investasi RRT (China) di Indonesia telah memenuhi 4+1 Rule of Thumb yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, yakni ramah lingkungan, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja dengan menggunakan tenaga kerja lokal, menciptakan nilai tambah, dan model kerja sama business to business (B2B)," kata Luhut dalam keterangan resmi, Kamis (14/1/2021).

"Selain itu, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung juga diharapkan dapat diperpanjang menjadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya. Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kepada Presiden Xi Jinping agar RRT dapat berpartisipasi dalam proyek tersebut," lanjutnya.

Untuk mematuhi persyaratan, Luhut meminta investor China agar turut mengembangkan SDM lokal, mulai dari memberikan pelatihan vokasi untuk 11 bidang, seperti terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, Electric Vehicle, dan manufaktur baterai.

"Di tengah pandemi ini, saya juga berharap agar kerja sama ekonomi kita tidak berhenti dan dapat terus ditingkatkan. Indonesia memiliki sumber daya yang kaya sehingga diharapkan Indonesia dapat memperluas pasar produknya di RRT, termasuk akses bagi produk sarang burung walet, perikanan, buah tropis, dan batu bara," sebut Luhut.

Selain pangan, ada kesepakatan juga agar Indonesia-China mampu membuka diri untuk membangun rumah sakit internasional agar tercipta kerja sama yang lebih mumpuni antara rumah sakit, pertukaran dokter dan tenaga kesehatan, serta kolaborasi riset dan teknologi antarnegara.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan area seluas 500 hektar di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara yang akan difungsikan sebagai pusat herbal dan hortikultura.

Di lokasi ini akan didirikan area demo pertanian, kantor, tempat tinggal, guest house, laboratorium, dan ladang pengumpulan plasma nutfah.

Menurut Luhut, kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi lebih dari USD 10 miliar terhadap GDP Indonesia, mengurangi defisit perdagangan, menarik lebih dari 100 perusahaan manufaktur terkemuka RRT untuk berinvestasi di Indonesia, serta berkontribusi menumbuhkan lebih dari 1 juta peluang kerja baru.