Giliran Kontraktor Baja Aluminium Ajukan PKPU ke BKSL

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Sentul City Tbk (IDX: BKSL) kembali tersandung masalah PKPU (Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang).

Terbaru, emiten properti tersebut diajukan PKPU oleh PT Prakasaguna Ciptapratama pada tanggal 7 Januari di Pengadilan Jakarta Pusat.

“Berdasarkan permohonan PKPU, perseroan memiliki lebih dari satu kreditor yang telah jatuh tempo dan belum dibayarkan,” tulis manajemen BKSL pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/1/2021).

Namun, manajemen BKSL menegaskan, permohonan PKPU tersebut tidak mengganggu kegiatan operasional.

Sayangnya, tidak dirinci lebih jauh nilai utang piutang tersangkut dalam permohonan PKPU tersebut.

Berdasarkan penelusuran Pasardana.id, Prakarsaguna Ciptapratama yang beralamat di Pluit, Jakarta Utara ini bergerak di bidang jasa kontruksi alumunium dan baja.

Sebelumnya, emiten properti itu mengakui terdapat permohonan PKPU terhadap perseroan dengan Nomor Perkara 429/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jakarta Pusat tertanggal 10 Desember 2020.

Jelasnya, pemohon PKPU dengan nama Lucy Santosa menilai, perseroan terlambat melakukan serah terima lahan dan bangunan terletak di Jalan Ubud I Nomor 32 senilai Rp600 juta.

Untuk itu, perseroan akan mengajak pemohon PKPU bermusyawarah guna mencari jalan keluar terbaik.

Jauh sebelum itu,  BKSL dirundung permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan Alfian Tito Suryansah, seorang pembeli lahan.

Hal itu dimulai dari surat somasi yang dilayangkan Alfian Tito kepada perseroan tanggal 26 Oktober 2020, atas keterlambatan penyerahan unit yang menjadi obyek PPJB yakni di Green Mountain Residence Jalan Gunung Kelimutu Nomor 0076, dengan luas tanah 81 m2.