Indeks Kospi Turun 0,12 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 3,73 poin, atau sekitar 0,12 persen, pada Senin (11/1/2021), menjadi 3.148,45. Volume perdagangan mencapai 1,7 miliar saham senilai 44,1 triliun won atau sekitar US$40,2 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 712 berbanding 170.

Angka indeks bergerak volatil hingga berakhir di teritori negatif akibat aksi ambil untung yang dilakukan investor institusi.

“Sejak awal Desember tahun lalu investor institusi meraup saham senilai 4 triliun won di Bursa Korea. Mereka lalu melakukan penjualan sebelum hari ex-dividend untuk meraup untung,” jelas Noh Dong-Kil, analis NH Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor institusi dan asing masing-masing melepas saham senilai 3,7 triliun won dan 712 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 4,5 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics melambung 2,48 persen mencapai harga rekor 91.000 won setelah dikabarkan tengah bersaing dengan Taiwan Semiconductor Manufacturing dalam mendapatkan tender yang ditawarkan Intel Corporation.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melambung 8,74 persen dipicu kabar akan dilangsungkannya kerja sama dengan Apple Inc dalam mengembangkan mobil elektrik otonom.

Saham perusahaan internet Naver turun 0,96 persen, saham Kakao sebaliknya melambung 4,38 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing melorot 0,1 persen dan 1,22 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing melonjak 1,08 persen dan 1,91 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 7,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.097,3 won per dolar AS.

Bursa saham Asia diwarnai tekanan hari ini, di saat Bursa Efek Tokyo, Jepang, tutup sehubungan berlangsungnya perayaan Coming of Age Day. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang minim pergerakan dari sesi sebelumnya.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 60,70 poin, atau sekitar 0,90 persen, menjadi 6.697,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 38,61 poin, atau sekitar 1,08 persen, menjadi 3.531,50. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong naik 30 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 27.908,22.