Hasil Lelang Sukuk, Pemerintah Raup Rp6,4 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah meraup Rp 6,4 triliun dari hasil melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa (29/19/2020). Namun, angka tersebut di bawah target indikatif yang ditentukan sebesar Rp 10 triliun.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, ada 6 seri sukuk negata yang akan dilelang. Rincian seri sukuk yang dilelang yakni SPN-S 02032021, PBS-027, PBS-026, PBS-003, PBS-025 dan PBS-028.

"Total penawaran yang masuk sebesar Rp 19,8 triliun," tulis DJPPR.

Adapun lelang sukuk dilakukan pemerintah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020.

SBSN seri SPN-S diterbitkan menggunakan akad Ijarah Sale and Lease Back dengan mendasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) nomor 72/DSN-MUI/VI/2008.

Sedangkan SBSN seri PBS menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased dengan mendasarkan pada fatwa DSN-MUI nomor 76/DSN-MUI/VI/2010.

Menurut rencana, pemeritah pada Rabu ini (30/9) akan melakukan lelang sukuk tambahan (green shoe option) yaitu seri PBS027, seri PBS026, seri PBS025 dan seri PBS028 untuk pembiayaan penanganan Covid-19.

Sebelumnya, DJPPR menyampaikan lelang SBSN dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai Agen Lelang SBSN.

Lelang bersifat terbuka (open auction) dan menggunakan metode harga beragam (multiple price).