Wall Street Alami Rebound

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street mengalami rebound pada Selasa (22/9/2020) setelah sempat melemah tiga sesi beruntun sebelumnya.

Seperti dilansir Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, naik 140,48 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 27.288,18. Indeks S&P 500 meningkat 34,51 poin, atau sekitar 1,05 persen, menjadi 3.315,57. Indeks komposit Nasdaq melonjak 184,84 poin, atau sekitar 1,71 persen, menjadi 10.963,64.

Delapan dari 11 sektor indeks S&P 500 berakhir di teritori positif, di antaranya sektor kebutuhan konsumen, layanan komunikasi, dan teknologi. Sektor energi, finansial, dan kesehatan melemah.

Wall Street rebound dipicu pernyataan pimpinan Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa The Fed akan terus berupaya untuk mendukung proses pemulihan ekonomi dari dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Angka kematian COVID-19 di AS telah melampaui 200.000, dengan rata-rata mencapai 1.000 per hari.

Dalam laporan yang dirilis National Association of Realtors pada Selasa disebutkan bahwa penjualan rumah mencapai 6 juta unit pada Agustus, sedikit meningkat dari Juli dan melampaui ekspektasi pasar.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik setelah peluncuran paket stimulus diragukan terjadi dalam waktu dekat. Harga emas untuk pengiriman Desember 2020 naik 0,1 persen menjadi 1.911,60 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi penguatan nilai tukar dolar AS dengan indeks dolar AS meningkat 0,441 persen.

Bursa saham Eropa menguat pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa naik 0,2 persen, seiring meningkatnya saham perusahaan minyak dan tembakau.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 25,17 poin, atau sekitar 0,43 persen, menjadi 5.829,46. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, meningkat 51,95 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 12.594,39.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, turun 43,70 poin, atau sekitar 0,65 persen, menjadi 6.648,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 19,20 poin, atau sekitar 0,40 persen, menjadi 4.772,84.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,271 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,0869 euro per pound.