Sering Langgar Protokol Kesehatan, Kemenhub Tegur Lion Air Group

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegur Lion Air Group yang membawahi maskapai Lion Air dan Batik Air, karena melanggar protokol kesehatan dalam mengoperasikan penerbangan di masa pandemi COVID-19, yang mensyaratkan maskapai penerbangan memiliki aturan kapasitas maksimal 70 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto mengaku telah menerima laporan soal maskapai yang melanggar aturan kapasitas angkut di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, sanksi yang lebih keras bisa diberikan menyusul terbitnya Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 56 Tahun 2020.

“Kita sudah memberikan teguran memang dan ini selalu kita evaluasi, makanya, jika sebelumnya belum ada soal sanksi baru kita keluarkan melalui PM 56 ini yang mengatur soal sanksi,” ujarnya, Selasa (22/9/2020).

Kabag Hukum Direktorat Jenderal Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari menambahkan, PM 56/2020 baru diundangkan pada 18 Agustus 2020.

Adapun Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan teguran berkali-kali kepada Lion Air Group sebelum adanya PM 56/2020.

Nah memang dalam aturan sebelumnya belum diatur dengan jelas sanksi administratifnya, baru di PM 56/2020 ini baru diatur, makanya sudah ada laporan pengaduan yang kita terima baik itu dari Batik Air maupun Lion Air, ini yang kita proses,” ujarnya.

PM 56/2020, kata Endah, mengatur sanksi yang lebih tegas mulai dari denda hingga sanksi pembekuan. Denda yang bisa dikenakan antara Rp25-Rp300 juta.

"Tapi kalau berturut-turut dilakukan tentu ada masa juga yang ujungnya pembekuan rute,” ujarnya.

Sehari sebelumnya,  Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin, (21/9) mengaku akan "menyemprot" atau menegur maskapai Batik Air.

“Batik nanti akan kita tegur karena memang kadang-kadang di tengah COVID-19 orang suka khilaf. Cuma, ini khilafnya terus-terusan lagi, sekali lagi akan kita tegur,” ujar Menhub Budi.

Sementara itu, Corporate Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, tingkat keterisian penumpang yang melewati batas mungkin terjadi untuk penerbangan tertentu. Namun, kata dia, protokol kesehatan Covid-19 tetap diutamakan.

“Terkait dengan kapasitas angkut penumpang pesawat udara Lion Air Group yang diberikan batasan dalam jumlah yang diangkut, maka penumpang tertentu akan ada duduk berdampingan (bersebelahan dan tidak ada jarak),” katanya lewat pesan singkat, Selasa (22/9/2020).