PKPK Cicil Utang Dengan 10,11 Persen Saham Treasury

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Perdana karya Perkasa Tbk (IDX: PKPK) menyicil utang kepada PT Royal Victoria Hotel (RVH),  dengan 60.631.500 lembar saham atau sebesar 10,11 persen saham treasury perseroan.

Berdasarkan keterangan resmi emiten energi itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/9/2020) disebutkan bahwa, nilai pengalihan saham treasury tersebut sebesar Rp429 per lembar saham atau total nilainya sebesar Rp26,10 miliar.

Selanjunya, perseroan masih berkewajiban untuk melunasi sisa utang kepada perusahaan terafiliasi tersebut sebesar Rp30,013 miliar pada tahun 2026. Sehingga total pinjaman kepada RVH tercatat sebesar Rp56,55 miliar.

Untuk diketahui, Direktur utama PKPK, Soerjadi Soedarsono juga menjabat selaku Komisaris Utama RVH. Selain itu, Soerjadi saat ini memegang sebanyak 35,95 persen saham perseroan dan 30 persen saham RVH.

Adapun nilai konversi utang menjadi saham itu tergolong tinggi. Pasalnya, berdasaran penilai publik, nilai transaksi tersebut 408,5 persen lebih tinggi dari nilai pasar. Terlebih, PKPK pada pasar reguler dalam sebulan belakangan ini berada pada level 50 hingga 57 per lembar saham.