Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat Setelah BI7DRRR Tetap 4%

foto: istimewa

Pasardana.id - Keputusan Dewan Gubernur Bank Indonesia yang tetap mempertahankan bunga acuan BI-7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR), berpotensi menguatkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Seperti pernyataan Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra dalam risetnya, Jumat (18/9/2020). Ariston memprediksi pergerakan rupiah pada jelang akhir pekan ini bisa menguat terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, pagi ini terlihat dolar AS melemah terhadap mata uang regional karena pasar meragukan kelanjutan pemulihan ekonomi AS.

Hal ini lanjut Ariston, setelah data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS masih dirilis cukup besar di kisaran 860 ribu klaim yang artinya pengangguran masih besar karena pandemi.

Selain itu, BI rate yang ditahan juga membantu penguatan rupiah karena perbedaan yield yang masih besar.

"Rupiah berpotensi menguat hari ini karena sentimen tersebut dengan kisaran Rp14.750 - Rp14.900," ujar Ariston.

Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada Kamis (17/9/2020) berada di level Rp14.832 per dollar. Level itu menguat dibanding pergerakan Rabu sebelumnya di level Rp14.843 per dolar AS.

Sementara, Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Kamis (17/9) kemarin berada di level Rp14.878 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang di level Rp14.844 per dolar AS.