Indeks Kospi Anjlok 1,22 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 29,75 poin, atau sekitar 1,22 persen, pada Kamis (17/9/2020), menjadi 2.406,17. Volume perdagangan moderat mencapai 834 juta saham senilai 13,9 triliun atau sekitar US$11,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 655 berbanding 200.

Angka indeks anjlok seiring aksi ambil untung yang dilakukan para investor. “Aksi ambil untung terjadi terhadap beberapa saham yang sebelumnya mengalami reli,” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 126 miliar won dan 334 miliar won, sedangkan investor ritel meraup saham senilai 457 miliar won.

Meski Federal Reserve Amerika Serikat mensinyalkan suku bunga tetap mendekati nol sampai 2023, pasar saham Korea Selatan tetap bearish.

“Para investor kecewa karena The Fed tidak mengindikasikan skema pembelian aset lanjutan yang dapat meningkatkan likuiditas di pasar modal,” kata Lee Won, periset Bookook Securities.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics terjun anjlok 2,46 persen, saham SK Hynix sebaliknya naik 0,86 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem terjun 6,11 persen, sedangkan saham perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI turun 0,89 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing anjlok 2,45 persen dan 1,59 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing melorot 2,12 persen dan 2,49 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor naik 0,27 persen. Saham perusahaan baja POSCO meningkat 0,53 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 1,7 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.174,4 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,01 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 72,90 poin, atau sekitar 1,22 persen, menjadi 5.883,20. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 13,53 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 3.270,40. Indeks Hang Seng anjlok 384,78 poin, atau sekitar 1,56 persen, menjadi 24.340,85.