Indeks Kospi Naik 0,65 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 15,67 poin, atau sekitar 0,65 persen, pada Selasa (15/9/2020), menjadi 2.443,58 yang merupakan angka penutupan tertinggi sejak 12 Juni 2018.

Volume perdagangan moderat mencapai 840 miliar saham senilai 11,7 triliun won atau sekitar US$9,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 423 berbanding 411.

Indeks Kospi naik seiring menguatnya saham sektor teknologi, selain juga terpengaruh optimisme pengembangan vaksin virus Corona (COVID-19). CEO Pfizer memperkirakan Amerika Serikat akan mampu memproduksi vaksin COVID-19 sebelum tahun berganti.

“Aksi beli investor asing membuat pasar tetap bullish,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing meraup saham senilai 253 miliar won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing melepas saham senilai 77 miliar won dan 199 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics naik 0,99 persen, sedangkan saham SK Hynix melambung 2,38 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics melonjak 1,31 persen, sementara saham Celltrion tidak mengalami perubahan dari sesi sebelumnya.

Saham perusahaan kimia LG Chem dan perusahaan manufaktur baterai lithium Samsung SDI masing-masing melambung 1,97 persen dan 3,78 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing menanjak 2,97 persen dan 2,01 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan perusahaan baja POSCO masing-masing turun 0,56 persen dan 0,26 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 4,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.179 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia menguat 4,70 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 5.894,80. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina menguat, sedangkan Bursa Indonesia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 16,87 poin, atau sekitar 0,51 persen, menjadi 3.295,68. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 109,67 poin, atau sekitar 0,45 persen, menjadi 24.749,95.