BEI Cermati Pola Transaksi Saham POLL dan JSKY

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan tengah mencermati pola transaksi saham PT Pollux Property Indonesia Tbk (IDX: POLL) dan PT Sky Energy Indonesia Tbk (IDX: JSKY) terkait peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M Panjaitan, dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, dalam surat keterbukaan Informasi BEI, Senin (14/9).

Melalui Surat No: Peng-UMA-0051/BEI.WAS/09-2020, Bursa menginformasikan bahwa informasi terakhir mengenai POLL adalah tanggal 10 September 2020 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia terkait penjelasan atas volatilitas transaksi.

Sedangkan pada Surat No: Peng-UMA-0052/BEI.WAS/09-2020, Bursa menginformasikan bahwa informasi terakhir mengenai JSKY adalah pada tanggal 10 September 2020, terkait perubahan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Lebih lanjut, sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham POLL dan JSKY, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Selasa (15/9) saham PT Pollux Property Indonesia Tbk (POLL) terpantau menguat 14,10% atau bertambah 1.125 poin ke harga Rp9.100 per saham.

Sementara saham PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY), hingga jeda siang ini, Selasa (15/9) tercatat menguat 1,88%, atau naik 4 poin ke harga Rp216 per lembar saham.