Jakarta PSBB Lagi, Ekonom Indef Sebut Ekonomi Kuartal IV Bakal Kembali Minus

foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menarik rem darurat atau emergency brake Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan mengembalikan PSBB total seperti pada masa sebelum transisi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, mulai Senin (14/9/2020) seluruh kegiatan kembali dikerjakan di rumah. Terkecuali 11 sektor usaha industri seperti yang telah disampaikan pada masa PSBB sebelum transisi. 

Terkait hal tersebut, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adinegara menilai, kebijakan rem darurat yang diambil Gubernur Anies Baswedan akan memperpanjang resesi setidaknya hingga akhir tahun.

"Dampak PSBB yang ketat pasti akan membuat ekonomi negatif dalam kuartal ke III hingga berlanjut kuartal IV," ujar Bhima saat dihubungi, Kamis (10/9/2020).

Menurut Bhima, PSBB ketat akan berpengaruh pada semua faktor pendorong ekonomi mulai dari konsumsi rumah tangga yang tertekan hingga tertundanya investasi.

Banyak orang yang akan diam di rumah agar penyebaran virus corona tak semakin parah.

Meski demikian, Bhima mendukung keputusan Pemprov DKI mencabut PSBB transisi. Dia menyebut, langkah tersebut seperti obat yang harus ditelan agar pandemi bisa dikendalikan.

"Tapi ini perlu dilakukan, sehingga di kuartal ke I-2021 pandemi sudah turun dan pemulihan ekonomi bisa lebih cepat terjadi," tandasnya.