Menaker Laporkan Subsidi Gaji Tahap I Sudah Disalurkan Ke 3,6 Juta Pekerja

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melaporkan perkembangan proses penyaluran subsidi gaji/upah tahap I dan II melalui bank yang masuk anggota menjadi anggota Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). 

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, bahwa per September 2020, sudah menerima data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi gaji di bawah Rp5 juta sebanyak 5,5 juta pekerja.

Dari total itu, baru 3,69 juta yang menerima subsidi gaji di rekeningnya masing-masing. 

Dikatakan Ida, penyaluran subsidi gaji untuk tahap I yang telah disalurkan kepada penerima sebanyak 2,31 juta atau 92,45 persen dari total calon penerima tahap I sebanyak 2,5 juta orang.

"Sedangkan tahap II, jumlah BSU yang sudah tersalurkan sebanyak 1.386.059 atau 46,20 persen dari total calon penerima tahap II sebanyak 3 juta orang," kata Ida dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, mekanisme penyaluran BLT, yakni data yang telah diserahterimakan akan dilakukan checklist oleh Kemnaker terlebih dahulu. Setelah dilakukan check list, data tersebut akan diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Kemudian KPPN menyalurkan uang subsidi gaji/upah tahap III tersebut kepada Bank Penyalur, yakni bank yang masuk menjadi anggota Himbara,” kata Ida.

Setelah itu, lanjut dia, Himbara menyalurkan uang BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening sesama bank, maupun rekening bank swasta.

Tak hanya itu, Ida juga meminta kepada BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) untuk berkomunikasi dengan stakeholder agar berbagai kendala dalam penyaluran subsidi gaji/upah ini dapat diminimalkan. 

Beberapa kendala yang dijumpai meliputi duplikasi, rekening yang sudah tidak aktif, rekening pasif, rekening tidak valid, rekening telah dibekukan, rekening tidak sesuai NIK. 

"Kami mengimbau kepada pemberi kerja atau perusahaan beserta para pekerja untuk membangun komunikasi guna memastikan tidak ada kesalahan dalam pelaporan rekening ke BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga penyaluran subsidi gaji/upah tepat sasaran," katanya, kembali mengingatkan.