Indeks Kospi Melonjak 1,40 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 31,89 poin, atau sekitar 1,40 persen, pada Rabu (5/8/2020), menjadi 2.311,86 yang merupakan angka penutupan tertinggi sejak 1 Oktober 2018.

Volume perdagangan mencapai 830 juta saham senilai 17,6 triliun won atau sekitar US$14,8 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 434 berbanding 400.

Indeks Kospi meningkat untuk sesi ketiga beruntun seiring merebaknya kabar bahwa pemerintah Amerika Serikat segera memperoleh restu kongres untuk meluncurkan paket stimulus.

“Para investor dengan seksama mengamati perkembangan paket stimulus yang hendak diluncurkan pemerintah AS serta data pekerjaan negara tersebut,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.   

Investor ritel meraup saham senilai 429 miliar won, sedangkan investor asing dan institusi masing-masing melepas saham senilai 51,8 miliar won dan 363 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics turun 0,7 persen jelang peluncuran ponsel pintar model terbaru produksinya.

Saham perusahaan farmasi Hanmi Pharmaceutical meroket 29,91 persen usai mengumumkan telah mengekspor teknologi pengobatan penyakit liver ke perusahaan farmasi AS Merck Sharp & Dohme. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion masing-masing melambung 7,07 persen dan 4,3 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing melonjak 1,13 persen dan 2,16 persen. Saham perusahaan internet Naver dan Kakao masing-masing naik 0,8 persen dan 0,14 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 5,30 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.188,80 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,53 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 36,30 poin, atau sekitar 0,60 persen, menjadi 6.001,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Malaysia melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 5,88 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 3.377,56. Indeks Hang Seng meningkat 184,97 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 25.131,60.