BEI Suspend Sembilan Emiten Lalai Bayar Denda Laporan Keuangan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesi (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspend) perdagangan efek bersifat ekuitas sembilan emiten karena belum dan/atau membayar keterlambatan menyampaikan laporan keuangan 2019.

Berdasarkan keterangan resmi BEI, Senin (31/8/2020), dari sembilan emiten itu, delapan diantaranya belum menyampaikan laporan keuangan 31 Desember 2019 dan membayar denda keterlambatan penyampaian laporan keuangan.  

Rinciannya, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO), PT Central Protein Prima Tbk (CPRO), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA), PT Graha Andrasenta Proprtindo Tbk (JGLE), PT Grand Kartech Tbk (KRAH), PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA) dan PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA).

Sementara itu, PT Ratu Prabu Tbk (ARTI) belum membayar denda keterlambatan penyampaian laporan keuangan 31 Desember 2019.

“Bursa telah memberikan Peringatan Tertulis III dan tambahan denda sebesar Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) kepada Perusahaan Tercatat yang terlambat menyampaikan Laporan Keuangan dan/atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian Laporan Keuangan dimaksud,” sebut keterangan BEI.

Pada saat yang sama, bursa juga memperpanjang suspensi 17 emiten karena belum dan/atau belum membayar denda keterlambatan penyampaian laporan keuangan 2019.

Rinciannya; CMPP, ARMY, BTEL, COWL, GREN, GTBO, GOLL, MYRX, KBRI, NIPS, SKYB, RIMO, SIMA, SUGI, TRAM, TELE dan TRIO.