HUT Kemerdekaan RI Ke-17, Sri Mulyani Ajak Masyarakat Tetap Optimis

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, perayaan HUT kemerdekaan RI ke-75 sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali optimisme dan semangat cita-cita kemerdekaan.

Meskipun dirinya mengatakan bahwa dalam perjalanannya bangsa ini kerap menghadapi cobaan seperti salah satunya pandemi Covid-19, Sri Mulyani percaya bahwa, untuk menjadi bangsa yang besar dan maju, tidak terlepas dari segala macam rintangan dan cobaan.

"Momentum ini terus kita manfaatkan menumbuhkan optimisme dan semangat mencapai cita-cita kemerdekaan. Meski kita tahu dalam perjalanan bangsa dan negara, kita menghadapai tantangan termasuk covid-19," ujarnya .

"Tapi penting bagaimana sikap dan bangsa negara hadapi cobaan dan tantangan. 75 tahun RI banyak tantangan dan cobaan kita hadapi dan kita masih hadapi ke depan," sambung mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Maka dari itu, dirinya mengajak keseluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melawan dan bangkit dari segala macam tantangan dan rintangan yang menghadang.

"Peringatan 75 tahun ini diharapkan sebagai simbol kebangkitan dalam hadapi tantangan luar biasa saat ini," ucapnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ekonomi Indonesia pada tahun ini akan tumbuh negatif, hal tersebut setelah dirinya memasukkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang tumbuh negatif sebesar 5,32 persen.

"Kita perkirakan -1,1 hingga 0,2 persen. Artinya bergeser ke arah negatif atau mendekati 0," kata Sri Mulyani dalam konperensi pers Nota Keuangan yang diselenggarakan secara virtual, Jumat (14/8/2020).

Awalnya pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia akan tumbuh dikisaran -0,4 persen sampai dengan 2,3 persen.

Sri Mulyani mengutarakan konsumsi rumah tangga yang berkontribusi besar terhadap PDB Indonesia, diperkirakan akan terkontraksi cukup dalam tahun ini, yaitu pada kisaran -1,3 hingga 0 persen.

Meski begitu dirinya tetap akan mendorong pertumbuhan ke arah yang lebih baik lagi, kuncinya kata dia ada di kuartal III ini, dimana pemerintah akan menggenjot belanja demi menggerakkan roda perekonomian.

"Kuartal tiga diusahakan, tapi tidak hanya dari pemerintah meski memegang peran yang besar di dalam pemulihan ekonomi," tandasnya.