Kualitas Beras Bansos Dapat Kritikan, Ini Tanggapan Dirut Bulog

Foto : istimewa

Pasardana.id - Perum Bulog mendapatkan kritikan dari Bupati Kabupaten Bogor, Ade Yasin terkait kualitas beras bantuan sosial. Pasalnya, beras dalam bansos yang disalurkan tak sesuai standar.

Direktur Utama Perum Bulog (Persero), Budi Waseso pun kemudian menjawab kritikan yang dilayangkan kepadanya itu.

Menurut pria yang akrab disapa Buwas ini menegaskan produk yang dikirim Bulog sesuai dengan kontrak kerja sama.

Dirinya juga tidak akan mempermasalahkan pemutusan hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah atau instansi manapun terkait ketidakcocokan dalam praktek pelaksanaan penyaluran program bantuan sosial.

Meski demikian, ia meminta keputusan itu tidak dibarengi dengan hal yang bisa dianggap sebagai upaya mendiskreditkan institusi Bulog.

“Bulog memahami Pemerintah daerah memiliki otoritas dalam melakukan penunjukkan distributor pelaksana program penyaluran Bansos, namun Bulog sudah menetapkan kebijakan untuk memberikan kualitas beras terbaik meskipun untuk Program Bansos," kata Buwas melalui keterangan resminya, Senin, (6/7/2020).

Buwas sudah berkali-kali membantah tudingan yang menyatakan bahwa beras Bulog untuk program Bansos di Kabupaten Bogor berkualitas jelek.

Distribusi program Bansos pun dilakukan pengecekan ulang menggunakan beras kualitas baik sesuai kerja sama yang disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yaitu penyediaan beras medium untuk Bansos di Kabupaten Bogor.

"Kami mensinyalir adanya upaya untuk mengganti posisi Bulog sebagai distributor beras Bansos untuk tahap II di Kabupaten Bogor, namun kami tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi sekali lagi jangan menjelek-jelekkan Bulog, kami tidak akan tinggal diam jika ada unsur yang tidak sehat dan akan menggunakan jalur hukum," ungkap Mantan Kepala BNN tersebut.

Buwas juga menuturkan bahwa dari pemeriksaan dan laporan yang diterima manajemen Bulog, penyaluran program beras Bansos di Kabupaten Bogor untuk tahap I sudah terlaksana dengan menyalurkan beras kualitas terbaik sebanyak 6.000 ton.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG, Tri Wahyudi Saleh menjelaskan, pihaknya terus melakukan evaluasi agar kualitas beras bansos yang disalurkan khususnya di Kabupaten Bogor tetap terjaga.

Untuk penyaluran itu, Bulog memaksimalkan kualitas beras lokal dari petani sekitar Bogor, Sukabumi dan Cianjur. Selain itu Bulog juga menyalurkan beras eks impor untuk memberikan kualitas beras terbaik bagi masyarakat penerima di Kabupaten Bogor.

"Kita terus lakukan evaluasi, bahkan tahap selanjutnya akan lebih terjaga kualitas berasnya, meskipun ada campuran beras eks impor tapi lebih mengutamakan beras lokal yang kualitasnya pulen. Ini dilakukan dalam rangka memenuhi preferensi konsumen penerima manfaat" kata Tri Wahyudi.

Tri menambahkan, beras tersebut sengaja dicampurkan demi memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor.

Beras impor yang dicampurkan adalah kualitas premium sehingga dapat mengangkat kualitas beras medium bansos menjadi lebih baik, campuran pun perbandingannya lebih banyak beras lokal ketimbang beras impor.

"Kami juga membentuk tim monitoring dan evaluasi (Monev) yang bertugas untuk koordinasi dengan Tim Pemkab Bogor (Bupati Bogor, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, DPRD Bogor) dan memastikan agar proses penyaluran Bansos berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan standar kualitas beras yang diamanatkan kepada Perum Bulog," katanya.


 
.