Dibuka Perdana Di BEI, PGUN Jadi Emiten Ke 32 Sepanjang Tahun 2020

istimewa

Pasardana.id - PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha Perkebunan dan Pengolahan Kelapa Sawit Terpadu, resmi menjadi emiten ke 32 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2020.

"Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk Go Public melalui mekanisme perdagangan di BEI. Mulai saat ini PT Pradiksi Gunatama Tbk resmi menjadi perusahaan publik dan merupakan Emiten ke-32 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2020 ini," ujar Tamlikho, Direktur Keuangan dan Administrasi PGUN, dalam siaran pers, Selasa (7/7).

Tamlikho mengatakan, PGUN menawarkan 900 juta saham, merupakan 18% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan.

Dengan melepas 900.000.000 (sembilan ratus juta) saham kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp115 per saham, perseroan menerima dana segar sebanyak Rp103,5 miliar

Dana hasil IPO tersebut, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan Perseroan untuk belanja modal seperti membuka lahan dan tanaman baru, pengembangan dermaga (jetty), pembangunan berupa pengerasan jalan serta untuk membangun fasilitas perumahan karyawan dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan.

Dalam aksi korporasi tersebut, PGUN menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas serta 2 perusahaan Penjamin Emisi Efek yakni PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Panca Global Sekuritas.

Berdasarkan informasi dari PT Investindo Nusantara Sekuritas, yang bertindak selaku Manajer Penjatahan, pada Masa Penawaran Umum tercatat sebanyak 1.860 investor melakukan pemesanan saham PGUN.

Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah 211 juta lebih saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment yang mencerminkan kelebihan permintaan sebanyak 23,54x dari porsi pooling tersebut, atau secara keseluruhan terjadi oversubscribed sebesar 1,23x total IPO.

Berdasarkan data prospektus Perseroan, komposisi pemegang saham Perseroan setelah IPO, yakni PT Araya Agro Lestari (“AAL”) sebesar 41% dan PT Citra Agro Raya (“CAR”) sebesar 41% dan sisanya pemegang saham publik sebesar 18%.

Tamlikho menjelaskan bahwa fundamental Perseroan cukup baik. Hingga 31 Desember 2019, Perseroan membukukan Penjualan Bersih sebesar Rp229,25 miliar meningkat signifikan
dibandingkan Penjualan Bersih pada tahun 2018 sebesar Rp84,51 miliar.

"Peningkatan tersebut seiring dengan selesainya Pabrik Minyak Kelapa Sawit (Pabrik MKS) milik Perseroan yang telah beroperasi sejak Agustus 2019," bebernya.

Selanjutnya pembagian dividen setelah IPO kepada pemegang saham Perseroan direncanakan akan dibagikan mulai tahun 2023 berdasarkan laba bersih tahun buku 2022, dengan ketentuan laba bersih setelah pajak Rp50 miliar sampai dengan Rp100 miliar dividen yang dibagikan sebanyak-banyaknya sebesar 15% dan laba bersih setelah pajak di atas Rp100 miliar dividen yang dibagikan sebanyak-banyaknya sebesar 20%.

Adapun, pada tanggal 31 Desember 2019, Total Aset Perseroan sebesar Rp1,939 triliun dan total Liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp1,193 triliun.

Total Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp745,81 miliar.

Lebih lanjut Tamlikho menambahkan meski kondisi ekonomi saat ini masih kurang baik di tengah pandemi Covid-19, potensi bisnis Perseroan terutama atas permintaan dalam negeri masih cukup baik.

Hal tersebut disebabkan permintaan dalam negeri yang diperkirakan akan meningkat seiring dengan penggunaan 30% komposisi minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) pada solar (B30) yang diterapkan pada awal tahun 2020 dan telah menjadi mandatori dari Pemerintah Indonesia.

Dengan selesainya pembangunan Pabrik MKS diharapkan akan meningkatkan kinerja Perseroan karena MKS memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan Tandan Buah Segar (TBS).

Saat ini, Pabrik MKS milik Perseroan mempunyai kapasitas 60 ton per jam dan masih dapat ditingkatkan.

Sekedar informasi, Perseroan didirikan pada tahun 1995. Saat ini kegiatan usaha utama yang dilakukan oleh PGUN adalah Perkebunan dan Pengolahan Kelapa Sawit Terpadu.

Saat ini Perseroan memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 22.586 Ha yang berlokasi di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dengan areal tanam seluas 12.869 Ha dengan tanaman telah menghasilkan seluas 11.669 Ha (51,66%), tanaman belum menghasilkan seluas 1.200 Ha (5,31%).

Luas areal tanam milik Perseroan yang masih dapat dikembangkan seluas 5.993 Ha (26,53%) dan areal yang tidak dapat ditanam sebesar 3.725 Ha (16,49%).

Perseroan memiliki Pabrik Minyak Kelapa Sawit dengan kapasitas 60 ton per jam dan masih dapat ditingkatkan menjadi 90 ton per jam atau setara dengan +/- 100.000 MKS per tahun.