ANALIS MARKET (06/7/2020) : IHSG Diproyeksi Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian OSO Securities menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan kemarin (03/07) IHSG ditutup menguat 0.14% ke level 4,973.

Enam dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor pertambangan dan industri dasar mempimpin penguatan Masing-masing sebesar 2.07% dan 1.80%.

Pergerakan indeks dipengaruhi oleh optimisme bursa saham Asia seiring dengan rilisnya indeks jasa China bulan Juni yang terus mencatatkan pertumbuhan dari level terendahnya pasca pandemi Covid-19 serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan hasil positif.

Selain itu, katalis positif lain datang dari dalam negeri setelah kabar rencana Kementrian Keuangan yang akan menempatkan uang negara tidak hanya di Bank BUMN melainkan juga akan di tempatkan di Bank Pemda.

Kabar tersebut di respon positif saham BJTM dan BJBR yang masing-masing mencatatkan kenaikan lebih dari 9% dan menjadi salah satu penggerak indeks pada Jum'at kemarin.

Adapun pelaku pasar asing mencatatkan aksi net buy senilai Rp 93 miliar. Sedangkan nilai tukar Rupiah terdepresiasi sebesar 1.15% ke level Rp 14,549.

Di sisi lain, bursa saham Wall Street pada Jum'at (03/07) diliburkan atau tidak diperdagangkan karena memperingati 244 tahun hari kemerdekaan AS dari Inggris pada tahun 1776.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, untuk awal pekan ini diperkirakan IHSG akan cenderung tertekan oleh kekhawatiran terhadap peningkatan jumlah kasus Covid-19 serta nilai tukar Rupiah yang masih terus terdepresiasi terhadap sejumlah mata uang asing,” sebut analis OSO Securities dalam riset yang dirilis Senin (06/7/2020).