BEI Siapkan Peraturan Perdagangan Emiten Bernotasi Khusus

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id-  Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah meramu Peraturan Perdagangan Papan Pemantaun Khusus.  

Rencana itu sejalan dengan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewacanakan pembentukan papan pemanatauan khusus.

Demikian disampaikan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Wdodo di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

“Nantinya (papan pemantauan khusus) trading rules-nya berbeda dengan papan-papan lainnya,” imbuh dia.

Ia tidak menapik bahwa saham-saham yang akan masuk dalam papan pemantauan khusus ini tidak jauh berbeda dengan saham-saham yang mendapatkan notasi khusus diujung kode perdagangan efeknya.

“Ya, detailnya nanti ya. Tapi memang saham-saham yang butuh pemantauan khusus yang masuk daftarnya,” ucap dia.

Untuk diketahui, saat ini, BEI telah menganjurkan Anggota Bursa untuk memberi Notasi Khusus pada ujung kode perdagangan saham-saham dengan tujuh kriteria bermasalah.

Rincinya, notasi B untuk permohonan Pailit, M untuk Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, E Untuk Laporan Keuangan Ekuitas Negatif, S untuk Tidak Membukukan Pendapatan Usaha, A untuk Mendapatkan Opini Tidak Wajar, D untuk Opini Tidak Menyatakan Pendapat, dan L untuk Belum Menyampaikan Laporan Keuangan.

Sementara itu, hingga tanggal 22 Juni 2020, terdapat 84 emiten bernotasi khusus.