Indeks Kospi Turun 0,81 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 17,65 poin, atau sekitar 0,81 persen, pada Jumat (10/7/2020), menjadi 2.150,25. Volume perdagangan mencapai 876 juta saham senilai 11,9 triliun won atau sekitar US$9,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 675 berbanding 190.

Angka indeks turun terpengaruh tingginya jumlah kasus baru virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat, mencapai 61.067 kasus pada Kamis (9/7/2020).

“Tingginya jumlah kasus baru COVID-19 di AS memicu terjadinya aksi jual di pasar saham Korea Selatan,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 343 miliar won dan 709 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 1 triliun won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 0,19 persen dan 0,24 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics anjlok 1,35 persen, sedangkan saham perusahaan kimia LG Chem terjun 1,86 persen.

Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor merosot 1,31 persen, sementara saham perusahaan baja POSCO tergelincir 3,45 persen. Di sisi lain, saham perusahaan operator portal internet Naver melambung 4 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.204,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,76 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melorot 36,30 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 5.919,20. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, anjlok 67,27 poin, atau sekitar 1,95 persen, menjadi 3.383,32. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong tergelincir 482,75 poin, atau sekitar 1,84 persen, menjadi 25.727,41.