GIAA Siapkan Langkah Pemulihan Kinerja Memasuki Era New Normal

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pandemi COVID-19 tidak terelakan membawa dampak signifikan terhadap kinerja operasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Perseroan mengungkapkan tengah menyiapkan berbagai upaya pemulihan kinerja untuk menghadapi era new normal.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan bahwa kunci utama dalam menghadapi era ini adalah menjaga kesinambungan keberlangsungan bisnis Perusahaan dengan tren supply & demand di era new normal.

“Efisiensi menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadapi era new normal ini. Mindset bisnis penerbangan juga harus terus berevolusi menyelaraskan dengan realitas kondisi yang ada. Langkah tersebut yang secara bertahap terus kami lakukan mulai dari aspek operasional hingga optimalisasi lini bisnis,” ujar Irfan, seperti dilansir dari siaran pers, Jumat (5/6).

Disebutkan Irfan, Garuda Indonesia telah melakukan serangkaian upaya pemulihan kinerja perusahaan yang fokus utamanya adalah memastikan beban operasi bergerak dinamis dengan tantangan kinerja yang ada saat ini, seperti melalui upaya renegosiasi biaya sewa pesawat sekaligus memperpanjang masa sewa pesawat, melakukan renegosiasi kewajiban Perusahaan yang akan jatuh tempo, hingga melakukan program efisiensi biaya dengan memprioritaskan keselamatan & layanan penerbangan.

Garuda Indonesia juga melaksanakan optimalisasi lini bisnis kargo melalui pemanfaatan kompartemen penumpang untuk memaksimalkan angkutan kargo, intensifikasi bisnis charter kargo, hingga pengembangan platform layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital “KirimAja".

Selain itu, Garuda Indonesia turut mengoptimalkan layanan penerbangan charter khususnya untuk melayani penerbangan repatriasi WNI dari sejumlah negara seperti Jepang, Uni Emirate Arab (UEA), Singapore, Srilanka dan Maldives.

Sedangkan untuk penerbangan repatriasi WNA dilayani ke sejumlah negara seperti Brazil, Colombia, Srilanka, dan Maldive.

Garuda Indonesia juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif pada aspek operasional dan layanan jelang era “The New Normal” dengan mengacu pada ketentuan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 diseluruh touch point layanan penerbangan sesuai ketentuan yang diterapkan Gugus Tugas COVID-19 dan otoritas terkait.

"Implementasi physical distancing menjadi salah satu prioritas yang kami pastikan terlaksana secara berkesinambungan guna memitigasi risiko penularan pada masa pandemi, disamping upaya lainnya yang dilakukan seperti kebijakan penggunaan masker bagi penumpang dan awak pesawat, penyediaan hand sanitizer diseluruh touch point penumpang, screening dan pemeriksaan kesehatan penumpang pada sebelum dan sesudah melaksanakan penerbangan yang dilakukan bersama otoritas penerbangan terkait," papar Irfan.

Lebih lanjut, Perseroan juga menerapkan protokol kebersihan dan perawatan armada yang semakin komprehensif melalui prosedur prolong inspection guna memastikan airworthiness aircraft quality tetap terjaga, serta menjalankan prosedur sterilisasi (disinfeksi) armada yang menyeluruh, pengecekan dan penggantian berkala sistem filtrasi udara di kabin pesawat.

Untuk diketahui, pada hari ini, Jumat (5/6) bertempat di Auditorium Gedung Manajemen Garuda Indonesia, Perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dihadiri/diwakili oleh pemegang 23.353.695.782 lembar saham atau 90,2% persen dari keseluruhan pemegang saham GIAA.

Sesuai dengan protokol penanganan COVID-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan mengacu kepada aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta dalam rangka mengedepankan aspek kehati -hatian pada masa pandemi, RUPST 2020 diselenggarakan secara langsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta mengoptimalkan system e-proxy yang disediakan oleh Kustodian Sentral Efek, sehingga Pemegang Saham yang tidak hadir secara langsung pada acara RUPST hari ini tetap dapat menggunakan hak suaranya melalui system tersebut sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam POJK 15 tahun 2020.

Sesuai dengan ketentuan kuorum persetujuan, RUPST Garuda yang dilaksanakan pada hari ini, telah menyetujui seluruh usulan untuk Mata Acara sebagai berikut:

1. Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2019, termasuk di dalamnya Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan serta LaporanTugas Pengawasan Dewan Komisaris yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019, penyajian kembali Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

2. Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2019;

3. Penetapan tantiem untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Tahun Buku 2019 dan Remunerasi untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Tahun Buku 2020;

4. Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2020.

Sekedar informasi, pada tahun kinerja 2019, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 6,98 juta.

Capaian laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan usaha sebesar 5,59 persen dari pencapaian tahun 2018, yaitu menjadi sebesar USD 4,57 miliar.

Adapun di tahun 2019, Perseroan juga berhasil mencatatkan perolehan positif pada laba usaha dengan nilai sebesar USD147,01 juta.

Capaian tersebut dapat diraih perseroan melalui strategi quick wins priority yang dijalankan Perusahaan, yaitu melalui penguatan budaya Perusahaan berbasis People, Process & Technology; Strategi peningkatan pendapatan; serta peninjauan atas struktur biaya Perusahaan.