Perekonomian Inggris Berkontraksi 2,2 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Perekonomian Inggris berkontraksi 2,2 persen pada periode Januari sampai Maret 2020. Kontraksi yang terjadi menyamai kondisi yang berlangsung pada periode Juli sampai September 1979 lalu.

Menurut Office for National Statistics (ONS), perekonomian Inggris sebelumnya diperkirakan berkontraksi 2 persen pada kuartal I tahun ini. Namun karena seluruh sektor ekonomi Negeri Ratu Elizabeth mengalami kemerosotan, kontraksi yang berlangsung lebih buruk dari estimasi.

Maret menjadi bulan terburuk, karena pandemi virus Corona (COVID-19) mulai berdampak terhadap perekonomian. “Seluruh sektor terpuruk pada Maret sebagai pengaruh pandemi,” ungkap Jonathan Athow, deputi pencatatan statistik nasional ONS, seperti dikutip BBC News, Selasa (30/6/2020).

Untuk kuartal II 2020, perekonomian Inggris diperkirakan tetap berada dalam keterpurukan. Data terbaru ONS menunjukkan GDP Inggris terjun 20,4 persen pada April, rekor penurunan tertajam dalam satu bulan.