Indeks Kospi Anjlok 1,93 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 41,17 poin, atau sekitar 1,93 persen, pada Senin (29/6/2020), menjadi 2.093,48. Untuk pertama kalinya sejak 15 Juni angka indeks berakhir di bawah angka 2.100.

Volume perdagangan moderat mencapai 632 juta saham senilai 8,9 triliun won atau sekitar US$7,4 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 737 berbanding 135.

Indeks Kospi melemah mengikuti pergerakan saham di Wall Street yang dipicu kekhawatiran terhadap peningkatan kasus baru virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat yang menyebabkan beberapa negara bagian menerapkan pembatasan kegiatan bisnis.

“Penjualan yang dilakukan para investor dipicu kekhawatiran peningkatan kasus baru COVID-19,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing dan institusi masing-masing menjual saham senilai 468 miliar won dan 456 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 939 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 1,69 persen dan 1,18 persen. Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics terjun 3,21 persen, sedangkan saham Celltrion turun 0,48 persen.

Saham perusahaan Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing tergelincir 2,30 persen dan 2,87 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 2 won menjadi 1.198,60 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang merosot 1,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 89,10 poin, atau sekitar 1,51 persen, menjadi 5.815. Bursa saham di Asia Tenggara mengalami pelemahan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 18,03 poin, atau sekitar 0,61 persen, menjadi 2.961,52. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melemah 238,35 poin, atau sekitar 0,97 persen, menjadi 24.311,64.