Qantas Berhentikan 6.000 Karyawan

foto: istimewa

Pasardana.id - Maskapai penerbangan Australia Qantas pada Rabu (24/6/2020) mengumumkan rencana pemberhentian 6.000 karyawan dalam upaya mengatasi permasalahan keuangan yang ditimbulkan pembatasan jadwal penerbangan akibat berlangsungnya pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir BBC News, jumlah tersebut mencapai seperlima jumlah karyawan Qantas sebelumnya berlangsungnya pandemi. Maret lalu, Qantas mulai merumahkan dua pertiga karyawan.

Keputusan pemberhentian karyawan diambil setelah pemerintah Australia menyatakan perbatasan Australia kemungkinan besar akan tetap tutup sampai awal tahun depan. Qantas telah membatalkan seluruh penerbangan internasional sampai Oktober mendatang, kecuali penerbangan ke Selandia Baru.

Pandemi juga membuat Jetstar, maskapai penerbangan murah anak perusahaan Qantas, harus merumahkan sebagian besar karyawannya.