Kekhawatiran Meningkatnya Kasus COVID-19 Picu Pelemahan Wall Street

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (24/6/2020) dipicu kekhawatiran terhadap meningkatnya jumlah kasus baru virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, terjun 710,16 poin, atau sekitar 2,72 persen, menjadi 25.445,94. Indeks S&P 500 anjlok 80,96 poin, atau sekitar 2,59 persen, menjadi 3.050,33. Indeks komposit Nasdaq merosot 222,20 poin, atau sekitar 2,19 persen, menjadi 9.909,17.

Seluruh 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di teritori negatif, dengan indeks sektor energi terjun 5,68 persen.

Jumlah kasus baru COVID-19 di AS mencapai 36.015 kasus pada Selasa (23/6/2020), memunculkan kekhawatiran akan kembali berlangsungnya lockdown di Negeri Paman Sam.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2020 turun US$6,9, atau sekitar 0,39 persen, menjadi US$1.775,1 per ons. Indeks dolar AS naik 0,33 persen menjadi 96,45.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa terjun 2,8 persen, dipicu kekhawatiran kembali berlangsungnya lockdown di AS.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, terjun 196,43 poin, atau sekitar 3,11 persen, menjadi 6.123,69. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, tergelincir 429,82 poin, atau sekitar 3,43 persen, menjadi 12.093,94.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, anjlok 242,90 poin, atau sekitar 3,27 persen, menjadi 7.195,50. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, merosot 146,32 poin, atau sekitar 2,92 persen, menjadi 4.871,36.

Nilai tukar pound sterling melemah 0,6 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2450 per pound. Terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,3 persen menjadi 1,1053 euro per pound.