Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Nol Persen

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang Kuartal II 2020 tidak tumbuh sama sekali alias 0 persen.

Menurut Menkeu, lesunya daya beli ini menunjukan bahwa infeksi virus corona terhadap sendi-sendi ekonomi paling bawah masyarakat Indonesia sangat terasa sekali, hal tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat laju inflasi Mei hanya 0,07 persen.

"Kami perkirakan kuartal II, konsumsi rumah tangga yang tadinya masih bisa tumbuh sekitar 3 persen akan mengalami pelemahan lebih lanjut di kisaran 0 persen," kata Sri Mulyani saat rapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis malam (18/6/2020).

Pelemahan konsumsi tersebut akan berdampak pada inflasi yang lebih rendah. Meski demikian, lanjut dia, inflasi yang rendah ini akan menjadi kabar baik bagi Bank Indonesia untuk melakukan sejumlah kebijakan.

"Tingkat inflasi kita mengalami penurunan. Dengan hal ini Bank Indonesia sedikit merasa lebih nyaman bahwa inflasi kita turun. Tetapi ini disebabkan karena daya beli masyarakat terutama konsumsi rumah tangga yang mengalami pelemahan cukup drastis," jelasnya.

Meski demikian, sambungnya, perekonomian masih memiliki peluang tumbuh lebih baik atau lebih buruk hingga akhir tahun jika dilihat dari kebijakan dan langkah yang dilakukan pemerintah dalam penanganan dampak dari Covid-19.

Selain itu, perekonomian juga akan ditentukan saat menurunnya penyebaran virus ini.

"Tetapi, ini semua tergantung kemampuan kita pulihkan ekonomi di kuartal II dan IV atau di Semester II-2020 ini," jelas Menkeu.

Maka dari itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga memastikan akan memberikan stimulus lanjutan mengatasi dampak wabah Covid-19, khususnya penguatan daya beli masyarakat.

"Bagaimana kita bisa kembalikan inflasi ke kuartal selanjutnya, akan jadi salah satu bagian terpenting dalam skenario pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2020, yang kita harapkan momentumnya diakselerasi di tahun 2021," pungkasnya.