Kemenkop UKM Tambah Modal Kerja Rp1 Triliun Untuk Koperasi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memberikan dukungan modal kerja baru senilai Rp 1 triliun untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap pelaku koperasi dana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dana itu berasal dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki menyebutkan, dana tersebut nantinya digunakan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) guna mendukung permodalan koperasi di luar Rp 1,85 triliun yang sudah dialokasikan sebelumnya. 

“Tambahan Rp 1 triliun berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), program PEN di luar anggaran LPDB," ujarnya melalui keterangan resmi pada Kamis, (11/6/2020).

Dengan begitu, setidaknya ada lebih dari 200 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang sehat secara bisnis yang berkesempatan mengajukan tambahan modal dengan bunga yang juga kompetitif yaitu sekitar 3 persen. 

Tak hanya itu, menurut Teten, UMKM juga mendapatkan stimulus sekitar Rp 123,4 triliun.

"Ini masuk di kategori investasi pemerintah,” ujarnya. 

Anggaran Rp 1 triliun itu, lanjutnya, bisa pula digunakan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) untuk tambahan modal kerja baru.

"Jadi silahkan diajukan, kami mencatat lebih lebih dari 200 KSP sehat yang bisa mengajukan tambahan modal kerja dengan bunga sangat lunak,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo menjelaskan, pola penyaluran tambahan modal kerja baru dari pemerintah dilakukan sama seperti pinjaman atau pembiayaan pada umumnya.

Setiap koperasi yang memenuhi syarat bisa langsung mengajukan permohonan ke LPDB-KUMKM dengan jaminan bunga lebih murah.

Pihaknya mengaku tengah mendiskusikan dengan Kementerian Keuangan terkait teknis dan petunjuk pelaksanaan penyaluran dana ini.

"Kita sekarang lagi godok petunjuk teknisnya dengan Kemenkeu, secara policy memang sudah tapi dananya belum ada di rekening LPDB. Tapi kami siap menampung pengajuan dari koperasi," jelasnya.