Sukuk USD500 Juta Akan Jatuh Tempo, GIAA Ajak Berunding

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah meminta pemegang Trust Certificate atau Sukuk senilai USD 500 juta untuk melakukan dialog konstruktif.

Pasalnya, sukuk dalam bentuk mata uang asing itu akan jatuh tempo pada Juni 2020.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko GIAA, Fuad Rizal menyampaikan, langkah itu sebagai usaha perseroan memastikan keberlangsungan usaha serta memastikan pengelolaan perusahaan secara proaktif di tengah ketidakpastian industri penerbangan saat ini.

“Permohonan dialog ini merupakan informasi penting yang perlu diketahui khususnya oleh investor,” tulis Fuad dalam keterbukaan informasi perseroan pada laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (5/5/2020).

Untuk diketahui, kas bersih perseroan pada akhir tahun 2019 tercatat sebesar USD513 juta dan kas setara kas sebesar USD297,41 juta.

Di sisi lain, emiten BUMN penerbangan itu telah menandatangani perjanjian fasilitas jangka pendek senilai USD50 juta dengan bunga Libor 1M ditambah 2,85% pertahun.

Fasilitas dengan jangka waktu 30 April hingga 21 Desember 2020 itu didapat dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Masih dari bank yang sama, GIIA juga meraih fasilitas Penangguhan Jaminan Impor (PJI)/ketentuan kredit Modal Kerja Import (KMKI) dengan limit Rp2 triliun. Rencananya, sebesar Rp1 trilliun diperuntukan untuk anak usaha, yakni PT Citilink.

Fasilitas itu dibagi tiga kategori bunga, yakni KMKI sebesar 10,75% pertahun, PJI untuk GIAA 8,25% dan untuk Citilink 8,5%. Adapun FPJP-2 sebesar 9% pertahun.

Disamping itu, GIAA Juga meraih fasilitas Bank Garansi (BG) dan Stand by Letter Credit (SBLC) dengan limit USD200 juta.

“Fasilitas ini untuk menunjang kebutuhan modal kerja perseroan dan Citilink di tengah pandemi Covid-19,” tulis dia.