Iuran Naik, BPJS Kesehatan Jamin Berikan Pelayanan Terbaik

foto : ilustrasi (ist)

 Pasardana.id - Terhitung sejak 1 Juli 2020, Pemerintah akan menaikkan iuran Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan khususnya untuk peserta mandiri kelas I dan kelas II.

Sedangkan untuk peserta kelas III, pemerintah baru akan mengenakan tarif baru mulai tahun 2021 mendatang.

Lantas, dengan naiknya iuran ini apakah pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan bakal lebih baik?

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengatakan, kebijakan yang diambil pemerintah ini demi kepentingan bersama.

Dirinya pun menjamin kenaikan iuran ini juga akan berdampak pada layanan BPJS Kesehatan yang lebih baik lagi.

"Pertama, untuk menjaga keberlangsungan dan kesinambungan program. Kedua, peningkatan kualitas pelayanan dan ketiga sesuai dengan amanat UU bahwa penyesuaian tarif dimungkinkan untuk dilakukan 2 tahun sekali," kata Askolani dalam konfrensi pers melalui video teleconference di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Sementara itu, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris meminta polemik naiknya iuran BPJS Kesehatan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan sebetulnya tak perlu lagi diperdebatkan.

Pasalnya, sistem yang dibangun BPJS Kesehatan adalah kegotong-royongan, di mana yang mampu membantu masyarakat yang lain yang tak mampu.

"Kehadiran Perpres kembalikan nilai fundamental program ini, program bersama gotong royong berkontribusi satu sama lain," ujarnya.

Fahmi menambahkan, kenaikan iuran ini untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada para peserta.

"Kenaikan iuran kaitannya dengan pelayanan, karena bagaimanapun juga pelayanan akan baik, kalau cash flow rumah sakit juga baik," kata Fahmi.

Sebelumnya, kata dia, BPJS Kesehatan memiliki defisit pembayaran yang membengkak kepada sejumlah Rumah Sakit, nilainya mencapai Rp15 triliun lebih, namun hutang-hutang tersebut sudah dibayarkan oleh pihaknya secara bertahap.

"Jadi, yang paling penting, (hutang kepada) rumah sakit bisa dibayarkan tepat waktu sehingga harapan kita pelayanannya menjadi lebih baik dan tentu service kepada masyarakatnya juga akan semakin berkualitas," pungkas Fahmi.