Indeks Kospi Meningkat 0,95 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, meningkat 18,25 poin, atau sekitar 0,95 persen, pada Rabu (13/5/2020), menjadi 1.940,42. Volume perdagangan moderat mencapai 608 juta saham senilai 8,79 triliun won atau sekitar US$7,18 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 426 berbanding 403.

Angka indeks sempat melemah di awal perdagangan setelah para anggota senat Amerika Serikat dari Partai Republik menyatakan akan mengambil langkah yang membuat Tiongkok mendapat sanksi sebagai penyebab terjadinya pandemi virus Corona (COVID-19).

Presiden AS Donald Trump menyebut renegosiasi kesepakatan dagang fase pertama dengan Tiongkok tidak mungkin dilakukan, pernyataan ini juga sempat mempengaruhi sentimen pasar.

“Kekhawatiran menegangnya hubungan AS-Tiongkok menjadi sentimen negatif bagi pasar saham Korea Selatan,” kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Indeks Kospi kemudian mengalami rebound sehingga berakhir di teritori positif berkat aksi beli yang dilakukan investor ritel dan institusi. Investor asing menjual saham senilai 318 miliar won, sedangkan investor ritel dan institusi masing-masing membali saham senilai 215 miliar won dan 90 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melonjak 1,36 persen dan 2,45 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem melambung 4,14 persen, sedangkan saham perusahaan kosmetik AmorePacific menanjak 1,74 persen.

Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom merosot 1,67 persen. Saham KT naik 0,63 persen, sedangkan saham LG Uplus melambung 2,53 persen.

Saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan Celltrion sama-sama mengalami peningkatan tajam, masing-masing sebesar 4,05 persen dan 1,9 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 1 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.223,80 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 18,90 poin, atau sekitar 0,35 persen, menjadi 5.421,90. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Malaysia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 6,49 poin, atau sekitar 0,22 persen, menjadi 2.898,05. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 75,27 poin, atau sekitar 0,31 persen, menjadi 24.170,41.