Karya Bersama Anugerah Resmi Listing di IDX

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Karya Bersama Anugerah Tbk (KBAG) melaksanakan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/4) pagi ini.

KBAG adalah perusahaan real estate nasional berkedudukan di Balikpapan.

Selama penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), KBAG menawarkan sebanyak 30,07% saham ke publik dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham. PT Danatama Makmur Sekuritas dan NH Korindo Sekuritas Indonesia, bertindak sebagai Joint Lead Underwriter.

Rincinya, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebesar 425.000.000 (empat ratus dua puluh lima juta) lembar saham dengan harga penawaran Rp105,- (seratus lima Rupiah).

Bersamaan dengan penawaran umum saham perdana ini, Perseroan menerbitkan sebesar 425.000.000 (empat ratus dua puluh lima juta) Waran Seri I, yang menyertai saham baru yang dikeluarkan dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham, dimana setiap pemegang 1 (satu) saham baru Perseroan berhak memperoleh 1 (satu) Waran Seri I (satu) dimana setiap 1 (satu) Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) saham baru yang dikeluarkan dalam portepel dengan harga pelaksanaan Rp120,- (seratus dua puluh Rupiah).

Waran Seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 3 (tiga) tahun yang baru dapat dilaksanakan selama 6 (enam) bulan setelah efek tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Dalam keterangannya melalui rilis pers, Rabu (08/4), Direktur Utama Perseroan, Jefri Junaedi mengatakan, “Walaupun ditengah kondisi gejolak Pasar Modal yang sedang terjadi, Perseroan tetap optimis untuk mengembangkan bisnisnya dan menjadi Perusahaan Publik yang terus bertumbuh dengan menerapkan prinsip tata kelola yang sehat.”

Adapun dana yang akan diperoleh dari hasil penawaran umum ini setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk:

- Sekitar 78,55% akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal Perseroan yaitu penambahan fasilitas produksi berupa pembelian mesin Open End Machine dan Finisher Drawframe serta beberapa mesin lainnya

- Sekitar 21,45% akan digunakan untuk keperluan modal kerja Perseroan dalam rangka pembelian bahan baku, biaya pemasaran dan perlengkapan keperluan lainnya.

“Perseroan akan menggunakan dana hasil IPO, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sekitar Rp 152 miliar akan digunakan untuk pembelian lahan potensial di daerah Balikpapan dan sekitar serta modal kerja untuk penyelesaian proyek yang sedang dibangun perseroan,” jelas Jefri Junaedi.

Sebelumnya, KBAG mendapat pernyataan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Maret 2020. Sedangkan penawaran umum berlangsung pada 1-2 April 2020.

KBAG memiliki visi menjadi perusahaan menjadi perusahaan benchmark real estat berskala nasional yang menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan kualitas yang baik. Karena itu, perseroan akan membangun produk dan pelayanan yang berkualitas dengan harga terjangkau, serta bernilai tambah untuk kepuasan seluruh konsumen.

Saat ini, Perseroan sedang melakukan pengembangan dan pembangunan aset tanah Perseroan yang berlokasi di Kelurahan Gunung Sari Ulu, Kecamatan Balikpapan Tengah, dimana memiliki lokasi sangat strategis di tengah kota dan mudah untuk diakses dari berbagai sudut kota, seperti jarak yang ditempuh ke bandara dan ke pusat kota dan bisnis hanya 10 menit.

Lokasi aset tanah Perseroan juga berdekatan dengan pasar tradisional, sekolahan, universitas dan rumah sakit.

Perseroan telah merancang dan mengembangkan aset Perseroan tersebut menjadi hunian vertikal dengan konsep Rumah Kota, yang dikenal sebagai ‘Rumah Kota Green Valley’.

Rumah Kota Green Valley adalah sebuah kawasan hunian nyaman dan lengkap untuk gaya hidup modern dan sehat, yang memberikan pilihan produk berupa Hunian Rumah Susun Sederhana Milik, rumah tapak, dan ruko dengan struktur beton bertulang, dinding bata ringan dan atap baja ringan.

Berlokasi di wilayah Balikpapan menjadikan Rumah Kota Green Valley memiliki nilai investasi yang menguntungkan dan terus berkembang.

Konsep rumah kota yang sedang dikembangkan oleh Perseroan yang merupakan pionir di Balikpapan, merupakan salah satu jawaban atas masalah backlog yang sekarang terjadi.

Perseroan berkeyakinan bahwa animo masyarakat terhadap konsep rumah kota ini akan cukup tinggi dan akan mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat.

Hingga saat ini, boleh dikatakan belum terdapat kompetitor yang cukup berarti untuk produk dengan konsep ini.

Lebih lanjut diungkapkan, dengan ditetapkannya Ibukota baru ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur maka akan berdampak juga ke pertumbuhan nilai real estat di Balikpapan.

Sehingga dampak positif tersebut khususnya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan industri real estat di Balikpapan.

Selain itu, Perseroan dan Entitas Anak juga memiliki tabungan landbank yang berlokasi di Jakarta Barat seluas 7.346 m2, melalui Entitas Anak PT Kharismatama Niaga Makmur dan tanah seluas sekitar 150 Ha di daerah Jonggol, melalui Entitas Anak PT Singasari Purabuana dan PT Arthapurwa Budijaya.

Untuk diketahui, pendapatan usaha Perseroan per September 2019 adalah sebesar Rp 15.982 juta yang terdiri dari segmen real estat sebesar 99,87% atau sebesar Rp 15.962 juta dan segmen pengelolaan lingkungan sebesar 0,12% sebesar Rp 19,99 juta. Sedangkan laba usaha serta laba bersih Perseroan berturut- turut adalah sebesar Rp 2.771 juta dan Rp 613 juta.