Wall Street Alami Rebound

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street mengalami rebound pada Senin (6/4/2020) setelah jumlah kematian yang disebabkan virus Corona (COVID-19) di New York, Amerika Serikat, turun.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, melambung 1.627,46 poin, atau sekitar 7,73 persen, menjadi 22.679,99. Indeks S&P 500 melonjak 175,03 poin, atau sekitar 7,03 persen, menjadi 2.663,68. Indeks komposit Nasdaq meningkat 540,16 poin, atau sekitar 7,33 persen, menjadi 7.913,24.

Menurut Gubernur New York Andrew Cuomo, jumlah kematian akibat COVID-19 turun di New York seiring melandainya jumlah kasus baru COVID-19. Ia berharap penurunan yang terjadi berlanjut untuk ke depannya.

Jumlah kasus COVID-19 secara global mencapai 1.340.318 kasus, dengan 363.337 kasus terjadi di AS. Jumlah kasus yang berakhir dengan kematian mencapai 74.431 kasus, dengan jumlah kasus kematian di AS mencapai 10.754 kasus.

Seluruh 30 saham komponen Dow Jones berakhir di teritori positif. Saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing meroket 19,47 persen.

Indeks sektor perbankang S&P 500 melambung 8,21 persen. Indeks volatilitas CBOE yang merupakan indikator tingkat kekhawatiran di pasar saham turun ke level terendah dalam dua pekan terakhir.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring makin menguatnya permintaan. Harga emas untuk pengiriman Juni 2020 naik 2,9 persen menjadi US$1.693,90 per ons. Nilai tukar dolar AS minim perubahan dengan indeks dolar AS hanya turun 0,03 persen.

Bursa saham Eropa mengalami rebound pada Senin, dengan indeks STOXX 600 Eropa melambung 3,7 persen, berkat meredanya kematian yang disebabkan COVID-19.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melonjak 166,89 poin, atau sekitar 3,08 persen, menjad    5.582,39. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melambung 549,40 poin, atau sekitar 5,77 persen, menjadi 10.075,17.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, menanjak 262,70 poin, atau sekitar 3,99 persen, menjadi 6.844,30. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, meningkat 191,56 poin, atau sekitar 4,61 persen, menjadi 4.346,14.

Nilai tukar pound sterling melemah dipicu kabar yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson kini dirawat di unit perawatan intensif akibat COVID-19. Nilai tukar pound terhadap dolar AS berada di kisaran US$1,225 per pound, sedangkan terhadap euro berada di kisaran 1,1350 euro per pound.