Data Pekerjaan AS Mengecewakan, Wall Street Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Jumat (3/4/2020) seiring mengecewakannya data tenaga kerja Amerika Serikat sebagai dampak ekonomi dari penyebaran virus Corona (COVID-19).

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, AS, merosot 360,91 poin, atau sekitar 1,69 persen, menjadi 21.052,53. Indeks S&P 500 turun 38,25 poin, atau sekitar 1,51 persen, menjadi 2.488,65. Indeks komposit Nasdaq melemah 114,23 poin, atau sekitar 1,53 persen, menjadi 7.373,08.

Dari 11 sektor utama S&P 500, 10 di antaranya berakhir dengan pelemahan. Indeks sektor utilitas terjun 3,62 persen, sedangkan indeks sektor barang konsumsi naik 0,54 persen.

Menurut laporan yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat, terjadi pengurangan 701.000 pekerjaan pada Maret. Tingkat pengangguran di Negeri Paman Sam mencapai 4,4 persen, naik 0,9 persen dari bulan sebelumnya yang merupakan peningkatan tingkat pengangguran tertinggi sejak 1975.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat sebagai respon terhadap mengecewakannya data pekerjaan AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2020 naik US$8, atau sekitar 0,49 persen, menjadi US$1.645,7 per ons.

Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS. Indeks dolar AS naik 0,39 persen menjadi 100,56.

Bursa saham Eropa melemah pada Jumat, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 1 persen, seiring melemahnya saham sektor asuransi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 64,72 poin, atau sekitar 1,18 persen, menjadi 5.415,50. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, turun 45,05 poin, atau sekitar 0,47 persen, menjadi 9.525,77.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, naik 7,50 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 6.581,60. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, anjlok 66,37 poin, atau sekitar 1,57 persen, menjadi 4.154,58.

Nilai tukar pound sterling melemah 1,5 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2205 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,8 persen menjadi 1,1322 euro per pound.