Senin Ini, Bantuan Sembako Jabodetabek Mulai Disalurkan Secara Bertahap

Foto : istimewa

Pasardana.id - Pemerintah akan memberikan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako ke wilayah Jabodetabek.

Bantuan rencananya akan disalurkan secara bertahap mulai hari ini, Senin (20/4/2020).

Dalam keterangan resmi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo akan memberikan paket sembako bagi warga Jabodetabek yang merupakan wilayah pandemi.

Bantuan khusus bahan pokok sembako dari pemerintah melalui Kementerian Sosial untuk masyarakat khususnya DKI Jakarta dipersiapkan untuk sekitar 2,6 juta jiwa/1,2 juta KK untuk selama 3 bulan, Bodetabek untuk 1,6 juta jiwa atau 576 ribu KK dan di luar Jabodetabek bantuan sosial tunai kepada 9 juta KK yang tidak menerima Bansos PKH maupun Bansos Sembako.

PPI sebagai BUMN trading yang tergabung dalam kluster pangan turut serta dalam penyediaan bantuan sosial sembako tersebut, di mana penyalurannya dimulai dari tanggal 20 April 2020 secara bertahap sebanyak 1.500.000-an paket.

"Kementerian Sosial menugaskan kami dalam Tahap I ini di wilayah Jakarta Barat khususnya dan DKI pada umumnya. Ke depannya, karena kami memiliki jaringan distribusi di seluruh Indonesia, kami siap memenuhinya untuk wilayah - wilayah lain di Indonesia," kata Direktur Utama PPI, Fasika Khaerul Zaman dalam keterangannya, Minggu (19/4/2020)

Target bantuan ini ialah masyarakat menengah ke bawah sesuai data Kementerian Sosial. Adapun dalam setiap paket yang diberikan terdiri dari beras, minyak goreng, mi instan, kornet, sarden, kecap, sambal, sabun, teh celup, dan susu UHT.

"Kami alokasikan persediaan barang utamanya untuk pemenuhan paket sembako yang digulirkan oleh pemerintah," ujarnya.

Bantuan sembako diberikan kepada keluarga miskin dan rentan terdampak wabah selama tiga bulan dari April hingga Juni 2020.  

Ditambahkan Fasika, pendistribusian bantuan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, tanpa mengumpulkan orang banyak. 

"Karena itu paket sembako akan disampaikan langsung ke rumah penerima manfaat," katanya.

Indonesia saat ini dalam posisi tanggap darurat bencana non-alam pandemi Covid-19.

Untuk membantu mengurangi beban masyarakat, pemerintah merencanakan beberapa jenis bantuan sosial khusus untuk masyarakat golongan menengah ke bawah.

Presiden RI Joko Widodo pun telah menginstruksikan jajaran pemerintah daerah untuk melakukan realokasi anggaran dan kegiatan pemerintah pusat dan daerah satu visi dan prioritas yang sama untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Prioritas yang menjadi pegangan pusat dan daerah adalah mempersiapkan jaring pengaman sosial, menyiapkan stimulus ekonomi bagi para pelaku UMKM dan pekerja informal terdampak Covid-19.