Pemerintah Sediakan Rp20 T Untuk Program Kartu Pra Kerja

Foto : istimewa

 

Pasardana.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian resmi membuka pendaftaran Program Kartu Pra Kerja melalui situs www.prakerja.go.id yang dapat diakses selama 24 jam. 

Program Kartu Pra Kerja ini merupakan program pengembangan kompetensi dan peningkatan produktivitas melalui bantuan biaya pelatihan yang diberikan kepada semua WNI yang berusia 18 tahun ke atas dan tidak sedang sekolah atau kuliah dan mereka yang terkena dampak langsung dari COVID-19. 

Adapun jenis pelatihan yang dapat diambil dalam program Kartu Pra Kerja di masa wabah COVID-19 adalah yang berbasis daring.  

Untuk mendaftar kartu pra kerja, calon peserta wajib membuat akun di situs resmi prakerja.go.id.

Dari akun tersebut, nantinya pihak Project Management Office (PMO) akan memberikan penilaian terhadap biodata dan pengalaman kerja di masing-masing akun yang sudah mendaftar. 

Jika dari hasil tes atau penilaian sudah dilakukan, nantinya akan ada notifikasi ke email yang didaftarkan pada akun mengenai status diterima atau tidaknya.

Bagi pendaftar yang tidak diterima, bisa mendaftar kembali menggunakan akun yang sudah ada.

Pendaftar cukup memilih batch atau tahap selanjutnya, lalu menunggu notifikasi di email untuk persetujuan mendapatkan Kartu Pra Kerja. 

Pada pendaftaran gelombang pertama yang dibuka Sabtu (11/4/2020) sampai Kamis (16/4/2020) pukul 16.00 WIB, pemerintah memberikan kuota bagi 164.000 masyarakat untuk mendaftar di program Kartu Pra Kerja.

"Sampai akhir tahun 2020 direncanakan akan lebih dari 30 gelombang pendaftaran dengan total anggaran yang disediakan oleh pemerintah untuk tahun ini adalah sebesar Rp.20 triliun," jelas Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Sabtu, (11/4).

Nantinya, setiap peserta ini akan mendapatkan paket manfaat total senilai Rp.3,55 juta terdiri dari bantuan pelatihan sebesar Rp 1 juta, ditambah insentif pasca pelatihan dan insentif survei evaluasi. 

"Program Kartu Pra Kerja juga akan memberikan bantuan insentif pasca pelatihan sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan dan insentif survei evaluasi sebesar Rp50.000 per survei untuk 3 kali survei kepada setiap peserta Kartu Pra Kerja. Kemitraan dengan GoPay adalah bagian dari upaya Manajemen Pelaksana untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi peserta Kartu Pra Kerja selain meningkatkan inklusi keuangan," terang Airlangga.

Dirinya juga menegaskan, bantuan biaya pelatihan akan hangus jika peserta dalam waktu 30 hari setelah ditetapkan sebagai penerima belum menggunakan Kartu Pra Kerja untuk pelatihan pertama.

"Jadi artinya, setalah mendapatkan notifikasi sebagai penetapan penerima tetapi dalam 30 hari belum melakukan pelatihan maka kartu akan hangus. Kartu tidak akan dilanjutkan lagi," ujarnya.