KSEI, BP Tapera dan BRI Tandatangani MoU Program Tapera

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Di tengah pandemi Covid-19, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Badan Pengelolaan Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengesahkan kerja sama terkait Pengelolaan Dana Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara sirkuler.

Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, serta dengan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KSEI berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur pengelolaan Dana Tapera yang mendukung kegiatan operasional BP Tapera dan BRI selaku Bank Kustodian yang ditunjuk oleh BP Tapera.

Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo menyatakan, kerja sama dengan BP Tapera terkait penyediaan infrastruktur pengelolaan Dana Tapera merupakan salah satu rencana strategis KSEI tahun 2020.

"KSEI akan mengembangkan sistem S-INVEST Tapera untuk mendukung operasional Dana kelolaan BP Tapera yang berbentuk Kontrak Investasi Dana Tapera (KIDT) yang dikelola oleh Manajer Investasi bekerja sama dengan Bank Kustodian,” ujar Uriep, seperti dilansir dari siaran pers KSEI, Senin (13/4).

Uriep menambahkan, KSEI mendukung infrastruktur Tapera agar pelaksanaan pengelolaan dana Tapera dapat dilakukan dengan efektif, efisien dan transparan.

"Pengelolaan dana Tapera yang akan tercatat di KSEI berpotensi menambah jumlah investor pasar modal sebanyak 4,3 juta pada tahap awal implementasi Tapera," bebernya.

Untuk diketahui, Tapera merupakan program Pemerintah untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyelenggaraan tabungan perumahan yang bertujuan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang yang berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah yang layak dan terjangkau bagi peserta.

Pengelolaan Tapera diamanatkan kepada BP Tapera berdasarkan Undang Undang no 4 tahun 2016 tentang Tabungan Perumahan Rakyat.

Adapun mekanisme pengelolaan Dana Tapera sejalan dengan mekanisme pengelolaan industri investasi yang diatur oleh OJK.

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan, dalam pengelolaan Dana Tapera, BP Tapera akan memegang teguh asas-asas yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang No. 4 Tahun 2016, di antaranya adalah: kegotong-royongan, kehati-hatian, akuntabilitas, dan keterbukaan.

"Untuk persiapan tersebut, selama tahun 2020, BP Tapera telah melakukan berbagai langkah persiapan operasional, salah satunya adalah penunjukan Bank Kustodian,” ungkap Adi.

Dia menambahkan, Kehadiran BP Tapera dapat meningkatkan jumlah investor dan dana kelolaan pada sektor pasar modal di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto menambahkan, kerjasama ini merupakan dukungan nyata BRI terhadap Pemerintah dalam upayanya menyediakan hunian / rumah yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

"Di sisi lain, BRI menyambut baik sinergi dengan KSEI dan BP Tapera, dimana perseroan berkomitmen untuk menjadi one stop financial solutions melalui berbagai produk dan layanan yang prima, termasuk salah satunya menjadi Bank Kustodian,” imbuhnya.