ANALIS MARKET (01/4/2020) : Investor Wait and See, Pasar Obligasi Diproyeksi Bervariatif dengan Potensi Naik dan Turun di Rentang 35 – 50 Bps

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, hasil lelang kemarin (31/3) cukup mengecewakan, tapi cukup dapat dapat dipahami. 

Mendapatkan total penawaran di angka IDR 30 T, bukanlah sesuatu yang buruk, namun juga bukanlah sesuatu yang membanggakan.

Lantas apa ini artinya?

Kami melihat bahwa para pelaku pasar dan investor tengah bersiap untuk skenario terburuk dalam menghadapi virus corona. Hal ini yang membuat mereka menjadi wait and see.

Sama seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwa meskipun momentnya masih belum tepat untuk masuk ke dalam pasar, bukan berarti menghilangkan kesempatan untuk tetap berinvestasi ketika yield menarik.

Tentu hal ini merupakan salah satu kesempatan yang dapat digunakan oleh para pelaku pasar untuk memulai akumulasi beli.

Sejauh ini kami melihat, (investor) lokal mulai menguasai pasar obligasi untuk sekarang ini, apalagi dengan dukungan penuh dari Bank Indonesia, tentu pasar obligasi terlihat lebih kokoh. Saat ini porsi kepemilikkan asing terus berkurang, dan sudah menjadi 32.8%.

“Kami berharap bahwa penurunan porsi kepemilikkan asing dapat berlangsung selamanya, namun kami menyadari bahwa itu hanyalah halusinasi. Sebagai Negara Emerging Market tentu saja kita membutuhkan pendanaan dari Asing. Namun sebagai bangsa yang memiliki mimpi lebih besar, tentu ini hanyalah sebuah proses bahwa kita kelak suatu hari nanti pasti akan mandiri. Karena asingnya sedang melepas kepemilikkannya, maka dari itu Pemerintah juga menyerap lebih banyak dari lelang yang diadakan kemarin untuk bersiap terhadap pemberian stimulus,” ungkap analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Rabu (01/4/2020).

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, diperdagangan Rabu (01/4) pagi ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka bervariatif dengan potensi naik dan turun di rentang 35 – 50 bps. Situasi dan kondisi yang masih keruh membuat para pelaku pasar dan investor wait and see.

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

Bond News

Pemerintah telah melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2020. Total penawaran yang masuk sebesar Rp33.5. Total nominal yang dimenangkan dari tujuh seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp22.2. (DJPPR)

Global Economics Calendar

US MNI Chicago PMI turun dari sebelumnya 49 menjadi 47.8. (Bloomberg)

US Conf. Board Consumer Confidence turun dari sebelumnya 132.6 menjadi 120. (Bloomberg)

China Composite PMI naik dari sebelumnya 28.9 menjadi 53. (Bloomberg)

China Manufacturing PMI naik dari sebelumnya 29.6 menjadi 52.3. (Bloomberg)

China Non Manufacturing PMI naik dari sebelumnya 29.6 menjadi 52.3. (Bloomberg)

Euro CPI MoM naik dari sebelumnya 0.2% menjadi 0.5%. Estimate YoY turun dari sebelumnya 1.2% menjadi 0.7%. (Bloomberg)

Euro CPI Core YoY turun dari sebelumnya 1.2% menjadi 1%. (Bloomberg)

Japan Jobless Rate tidak berubah di 2.4%. (Bloomberg)

Japan Job To Applicant Ratio turun dari sebelumnya 1.49 menjadi 1.45. (Bloomberg)

Japan Retail Sales MoM turun dari sebelumnya 1.5% menjadi 0.6%. YoY naik dari sebelumnya -0.4% menjadi 1.7%. (Bloomberg)

Japan Industrial Production MoM turun dari sebelumnya 1% menjadi 0.4%. YoY turun dari sebelumnya -2.3% menjadi -4.7%. (Bloomberg)

Japan Housing Starts YoY turun dari sebelumnya -10.1% menjadi -12.3%. (Bloomberg)