Penawaran Beli Jual Bawah Tak Lebih 10% Berlaku

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan penolakan otomatis atau auto rejection asimetris mulai perdagangan hari Selasa, 10 Maret 2020, sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono menyampaikan, kebijakan diambil setelah memperhatikan kondisi perdagangan di Bursa dan dalam rangka mengupayakan terlaksananya perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien,

“Menindaklanjuti Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan Nomor: S-273/PM.21/2020 tanggal 9 Maret 2020 perihal Perintah Mengubah Batasan Autorejection pada Peraturan Perdagangan di Bursa Efek dan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00023/BEI/03-2020 perihal Perubahan Batasan Auto Rejection,” tulis Aji dalam siaran pers, Senin (9/3/2020).

Dengan demikian, batasan Auto Rejection harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS, yaitu:

- Lebih dari 35% (tiga puluh lima perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga Rp50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan Rp200,- (dua ratus rupiah);

- Lebih dari 25% (dua puluh lima perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga lebih dari Rp200,- (dua ratus rupiah) sampai dengan Rp5.000,- (lima ribu rupiah);

- Lebih dari 20% (dua puluh perseratus) di atas atau 10% (sepuluh perseratus) di bawah acuan Harga untuk saham dengan harga di atas Rp5.000,- (lima ribu rupiah).