Kabar Ada Kompensasi Listrik Akibat WFH, PLN : Itu Hoaks

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT PLN (Persero) menanggapi informasi yang beredar tentang adanya pemberian kompensasi kepada pelanggan karena ada kebijakan Work form Home (WFH) dari pemerintah. 

PLN memastikan bahwa informasi tersebut palsu alias hoaks. 

President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka mengatakan, tautan atau link yang dibagikan melalui pesan berantai mengenai kompensasi tersebut, adalah kompensasi yang pernah diberikan oleh PLN pada saat padam listrik yang terjadi pada Agustus 2019 lalu.

"Bukan kompensasi karena adanya Work From Home. Jadi bisa kami pastikan isu tersebut tidak benar," tegas Suprateka di Jakarta, Minggu (29/3/2020).

Adapun untuk mendukung kegiatan Work From Home dan mencegah penyebaran covid-19, PLN menangguhkan pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan untuk sementara waktu.

Sebagai gantinya, perusahaaan setrum tersebut menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir untuk pelanggan pasca-bayar. Hal ini berlaku untuk pembayaran rekening pada April.

Hal senada juga disampaikan, Vice President Public Relation PLN, Dwi Suryo Abdullah di kesempatan terpisah.

Dijelaskan, untuk pembayaran rekening listrik bulan April untuk pelanggan listrik rumah tangga pasca-bayar, PLN memutuskan penghitungannya menggunakan data historis rata-rata pemakaian kWh pada Desember, Januari, dan Februari.

Kebijakan itu ditujukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, baik untuk pelanggan maupun petugas baca meter yang akan mendatangi lokasi pelanggan.

PLN juga memastikan bahwa perhitungan dengan menggunakan data rata-rata ini tidak menimbulkan harga yang berbeda karena tarif tenaga listrik yang berlaku saat ini tidak ada perubahan.

Dirinya menambahkan, jika ada pengaduan atau keluhan pelanggan terkait ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, akan diperhitungkan pada rekening bulan depan.

Artinya, pelanggan tetap tidak akan dirugikan. Pengaduan bisa langsung disampaikan ke contact center PLN 123.

PLN juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembayaran secara online untuk meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas.

Ketika kondisi pandemi virus corona (Covid-19) sudah normal kembali, maka PLN akan melakukan pembacaan atau pencatatan meter kWh dengan pola mendatangi konsumen, sehingga akan dicatat secara faktual/riil di kWh meter konsumen.

"Apabila terdapat kelebihan atau kekurangan pencatatan, akan disesuaikan berdasarkan peraturan yang berlaku," imbuhnya.