TRAM Jawab Permintaan Klarifikasi Bursa Atas Pemberitaan Media Massa

Foto : Pasardana.id

Pasardana.id - PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) melalui surat No.048/BOD/TAM/III/2020 menyampaikan klarifikasi merujuk surat Bursa Efek Indonesia (BEI) perihal penjelasan pemberitaan media massa.

“Dengan ini kami sampaikan klarifikasi penjelasan atas pemberitaan tersebut,” tulis surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama TRAM, Soebianto Hidayat, Direktur TRAM, Gani Bustan, dan Direktur TRAM, Ismail, seperti dilansir dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (3/3).

Dijelaskan, merujuk pada surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor: S-01411/BEI.PP2/02-2020, perihal permintaan penjelasan atas pemberitaan di media massa dan guna memenuhi ketentuan IV.3 Peraturan Nomor I-E tentang kewajiban menyampaikan informasi, terkait adanya pemberitaan di CNBC Indonesia dengan judul “Tambang Batu Bara Heru Hidayat Sitaan Kejagung Dikelola BUMN,” tayang tanggal 28 Februari 2020 dan pemberitaan di Finance Detik, dengan judul “Buntut Jiwasraya, Tambang Batu Bara Heru Hidayat Dikelola BUMN”, maka perseroan memberikan klarifikasi sebagai berikut.

Terkait klarifikasi kebenaran berita tersebut, perseroan menjelaskan berita tersebut tidak benar karena perseroan dan PT Gunung Bara Utama (PT GBU) sampai saat ini belum menyerahkan pengelolaan/pengoperasian tambang batu bara PT GBU ke BUMN sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan dimaksud.

“Hal ini pun telah diklarifikasi oleh Kejagung yang menyatakan belum ada penyerahan pengelolaan PT GBU secara resmi kepada BUMN tambang sebagaimana dimuat dalam pemberitaan CNBC Indonesia (Kejagung Komentari Tambang Hingga Arwana Milik Heru Hidayat, tertanggal 28 Februari 2020),” jelas perseroan.

Adapun, sehubungan dengan penyitaan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung RI terhadap PT GBU telah mengakibatkan kegiatan operasional PT GBU terganggu, antara lain; kesulitan dalam menata/mengatur arus kas keuangan, karena mitra penyedia barang dan jasa meminta pembayaran di muka, menunda pengiriman dan bahkan ada pembeli batu bara yang meminta percepatan pengembalian pembayaran uang muka dan pada akhirnya mengakibatkan kerugian bagi PT GBU dan tentunya akan mengakibatkan kerugian pada perseroan.

Selain itu, karyawan bekerja dalam keadaan cemas dan tidak nyaman sehingga tidak dapat memberikan kinerja yang optimal sebagaimana biasanya.

Lebih lanjut Perseroan menjelaskan, bahwa sampai saat ini manajemen PT GBU masih mengelola dan mengoperasikan tambang batu bara dan masih beroperasi seperti biasa.

Perseroan sampai saat ini belum dapat menentukan besarnya dampak kerugian kepada pendapatan perseroan.

Sebagaimana diketahui, bahwa sebagian besar pendapatan perseroan berasal dari pendapatan PT GBU.

Sementara terkait penyitaan terhadap PT GBU, perseroan belum melakukan upaya hukum dikarenakan perseroan masih menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai kasus yang disangkakan kepada Heru Hidayat.

Perseroan telah mengajukan surat keberatan terhadap penyitaan yang dilakukan oleh Kejagung terhadap PT GBU berdasarkan surat No.047/BOD/TAM/III/2020 tertanggal 2 Maret 2020.

Adapun alasan-alasan pengajuan keberatan kepada Kejaksaan Agung RI terhadap penyitaan tersebut, antara lain:

  1. Bahwa sebagai perusahaan terbuka, pemegang saham perseroan sebagian besar atau sekurang-kurangnya 85,79 persen dimiliki oleh masyarakat dan sisanya sebesar kurang lebih 14,21 persen dimiliki oleh Heru Hidayat baik secara langsung maupun melalui PT Graha Resources.
  2. Bahwa berdasarkan struktur kepemilikan, PT GBU sebanyak 74,81 persen milik PT Batu Kaya Berkat dan sebanyak 25,19% milik PT Black Diamond Energy, sehingga menurut perseroan Heru Hidayat bukan pemegang saham PT GBU yang berdasarkan Undang-undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) merupakan entitas terpisah/tersendiri dan memiliki manajemen tersendiri. Selanjutnya disampaikan pula bahwa berdasarkan UUPT maka tanggung jawab manajemen PT GBU secara hukum adalah kepada kedua pemegang saham PT GBU tersebut bukan pada Heru Hidayat.
  3. Pada saat ini, seluruh saham PT GBU yang dimiliki oleh PT Batu Kaya Berkat dan PT Black Diamond Energy telah dijaminkan kepada Adaro Capital Ltd sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh perseroan sebagaimana dimuat dalam perjanjian pinjaman tertanggal 5 Juli 2019 dan telah digadaikan berdasarkan perjanjian Gadai saham tertanggal 5 Juli 2019.

Adapun informasi mengenai pinjaman dan gadai saham tersebut telah disampaikan dalam keterbukaan informasi dalam website Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka pihak Adaro Capital Ltd selaku pemegang gadai saham memiliki hak dan kepentingan atas penyitaan yang dilakukan oleh Kejaksaan RI atas PT GBU.