Indeks Kospi Melonjak 1,87 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melonjak 31,49 poin, atau sekitar 1,87 persen, pada Jumat (27/3/2020), menjadi 1.717,73. Volume perdagangan mencapai 1 miliar saham senilai 12,7 triliun won atau sekitar US$10,4 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 673 berbanding 194.

Indeks Kospi mengikuti penguatan Wall Street yang dipicu optimisme peluncuran paket stimulus US$2 triliun oleh pemerintah Amerika Serikat. Selain itu angka indeks juga terpengaruh kesepakatan negara-negara G-20 untuk menggelontorkan dana US$5 triliun dalam mengatasi dampak negatif penyebaran virus Corona (COVID-19) terhadap perekonomian.

“Penguatan Wall Street memberi pengaruh positif terhadap pasar saham lokal. Namun volatilitas pasar saham masih menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena pandemi masih terus berlangsung,” jelas Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

Secara global, jumlah kasus COVID-19 mencapai 536.397 kasus dengan 9.332 kasus di antaranya terjadi di Korea Selatan. Jumlah kematian yang disebabkan virus tersebut mencapai 24.112 kematian, sebanyak 139 kematian terjadi di Negeri Ginseng.

Investor asing melakukan aksi jual saham untuk sesi ke-17 beruntun, hari ini melepas saham senilai 373 miliar won. Investor institusi dan ritel masing-masing membeli saham senilai 132 miliar won dan 170 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 1,05 persen dan 3,22 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Hyundai Mobis masing-masing melonjak 1,77 persen dan 1,8 persen.

Saham perusahaan baja POSCO melambung 5,14 persen, sedangkan saham perusahaan kimia LG Chem menanjak 1,34 persen. Di sisi lain, saham perusahaan biofarmasi Samsung BioLogics dan perusahaan kosmetik AmorePacific masing-masing terjun 2,96 persen dan 3,37 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 22,2 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.210,6 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen positif, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melonjak 1,2 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia terjun 270,90 poin, atau sekitar 5,30 persen, menjadi 4.842,40. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam menguat, sedangkan Bursa Filipina melemah.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 7,29 poin, atau sekitar 0,26 persen, menjadi 2.772,20. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 22,97 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 23.375,31.