Imbas Pandemik Corona, Ojek Online Dapat Kelonggaran Kredit

Foto : istimewa

 

Pasardana.id – Pemerintah bakal memberi relaksasi leasing untuk para pelaku transportasi daring.

Kebijakan yang dimaksud, berupa pelonggaran ketentuan penghitungan kolektibilitas, atau penundaan pembayaran kredit (leasing) kendaraan bermotor, terutama untuk ojek online (ojol) selama satu tahun.

Menyikapi kebijakan ini, pengemudi ojek online mengaku cukup lega. Bagaimana tidak, kegiatan ojek daring (online) menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak cukup besar akibat mewabahnya corona virus (COVID-19).

Keputusan untuk meliburkan pekerja kantoran, anak sekolah, dan berkurangnya aktifitas luar rumah membuat ojol, sebutan ojek online, kehilangan banyak pelanggan.

Kondisi ini tentu berdampak besar pada berkurangnya pendapatan. Apalagi bagi mereka yang masih harus membayar cicilan motornya.

"Adanya program ini, artinya pemerintah sudah memperhatikan kebutuhan rakyatnya yang memang sebagian besar banyak menggunakan sepeda motor untuk menjalankan usaha non-formal," kata Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda), Igun Wicaksono, Kamis, (26/3/2020).

Menurut Igun, ribuan pengemudi ojek online dari beragam aplikator yang tergabung di Garda, sebanyak 80 persen di antaranya, masih memanfaatkan fasilitas kredit untuk motor.

Ia mengharapkan, kebijakan yang kini tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 itu pun bisa disinergikan dengan perusahaan pembiayaan.

"Idealnya bisa diimplementasikan secepatnya, kalau bisa hari ini ya hari ini, kami juga berpacu dengan waktu dengan adanya tagihan kredit kendaraan sepeda motor, sementara pendapatan kami makin turun drastis saat ini," ungkap Igun.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung langsung hal ini kepada 34 Gubernur dalam pengarahan penanggulangan pandemi virus corona melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu, meminta agar para tukang ojek, sopir taksi, nelayan, tak khawatir dengan pembayaran cicilan perahu, mobil dan motor.

Pemerintah, kata Jokowi, juga memberikan keringanan kredit kendaraan untuk para pekerja transportasi.

“Keluhan yang saya dengar juga dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya kira sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun,” kata Jokowi via teleconference, Selasa (24/3/2020).