Hadapi Corona, Sri Mulyani Sebut Anggota G-20 Siap Membantu

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati turut mendampingi Presiden Joko Widodo di dalam pertemuan virtual KTT G20 di Istana Bogor, Kamis (23/3/2020).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengungkapkan, anggota G-20 siap membantu negara yang terkena pandemi Covid-19 serta telah menyiapkan berbagai stimulus.

"Anggota G20 juga bekerja sama secara bilateral maupun multilateral untuk melakukan restrukturisasi hutang negara miskin agar mereka dapat fokus melawan pandemi. Anggota G20 juga menyetujui penyusunan G20 joint action plan yang berisikan respon kebijakan kolektif negara anggota G20," ujar Sri Mulyani di Jakarta.

Negara-negara yang tergabung dalam G20 pun saat ini tengah berupaya untuk mengurangi risiko penyebaran dan pencegahan penyebaran virus corona.

Adapun dalam rangka menemukan vaksin pandemik, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Aliansi Vaksin Global (Gavi) serta seluruh negara di dalam pertemuan tersebut bakal mengalokasikan anggaran sebesar 4 miliar dollar AS untuk mempercepat proses riset dan penemuan antivirus corona.

"Dengan keuangan indiaktir 4 miliar dollar AS, bersama-sama dimobilisasi seluruh negara di dunia terutama G20 dalam rangka akselerasi research dan menemukan antiviurs atau vaksin pandemik covid-19 sedang dibahas bersama di level menteri keuangan dan anggota G20," ujar Sri Mulyani.

Selain itu, negara-negara di dunia pun tengah fokus untuk memperlancar sekaligus meningkatkan pasokan alat-alat kesehatan.

Pasalnya, saat ini, hampir negara-negara di seluruh dunia mengalami kekurangan berbagai peralatan kesehatan mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), test kit virus corona hingga ventilator.

"Saat ini diupayakan oleh IMF dan WB akan melakukan dukungan resources agar perusahaan yang bisa menghasilkan bisa mendapat prioritas sehingga supply alat kesehatan di seluruh dunia bisa ditingkatkan," ujar Bendahara Negara.

Sebagai informasi, anggota G20 saat ini sudah mengeluarkan nilai stimulus yang sangat besar, di antaranya; Jerman sudah mengeluarkan tambahan pengeluaran sebesar USD132 miliar dan menyediakan USD812 miliar sebagai tambahan jaminan.

Perancis mengeluarkan stimulus senilai USD45 miliar dan USA berencana mengeluarkan paket kebijakan senilai USD1 triliun. Uni Eropa sendiri mengeluarkan stimulus senilai USD100,86 miliar.

Adapun Korea Selatan yang menjadi salah satu pusat pandemi mengeluarkan stimulus senilai USD66 miliar.

Australia baru saja mengeluarkan stimulus tambahan sehingga total stimulusnya mencapai USD109 miliar atau 9,7 persen dari PDB. Sedangkan Kanada sudah menerbitkan paket kebijakan sebesar USD63,9 miliar.

Sementara itu, suasana global saat ini berada dalam situasi yang abnormal, Indonesia sebagai anggota G20 terus melakukan koordinasi secara lebih erat dengan anggota G20 lainnya dan menyiapkan langkah-langkah kebijakan extraordinary yang mungkin melampaui batasan yang telah ada.