ANALIS MARKET (27/3/2020) : Pasar Diperkirakan Melanjutkan Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Amerika Serikat pada hari Kamis (26/3) melampaui China dan Italia sebagai negara dengan kasus virus corona terbanyak, menurut penghitungan Reuters. New York, New Orleans dan hot spots lainnya menghadapi lonjakan kasus.

Jumlah kasus virus corona AS mencapai 81.378. Cina berada di posisi kedua dengan 81.285 kasus, dan Italia ketiga dengan 80.539 kasus. 

Selain itu, jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran melonjak menjadi 3,28 juta minggu lalu, hal ini merupakan yang terburuk sepanjang sejarah.

Namun pasar sudah mengekspektasi hal tersebut dan tetap rebound

Dari sisi stimulus fiskal di AS, perusahaan-perusahaan yang kesulitan dapat mengambil dari kolam dana $ 500 miliar.

Usaha kecil, atau perusahaan dengan 500 karyawan atau kurang, akan mendapatkan $ 367 miliar.

Pembayaran langsung ke warga Amerika berpenghasilan rendah dan menengah akan mencapai $ 1.200 untuk setiap orang dewasa dan $ 500 untuk setiap anak di bawah 17 tahun. 

Dari dalam negeri, Pemerintah memberikan relaksasi melalui POJK dimana bank dapat melakukan restrukturisasi untuk seluruh kredit kepada seluruh debitur, termasuk debitur UMKM. Sepanjang debitur-debitur tersebut teridentifikasi terdampak COVID-19. 

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pasar diperkirakan melanjutkan penguatan hari ini, seiring sebagian besar bursa dan futures Asia yang diperdagangan Jumat (27/3) pagi ini dibuka menguat. Nikkei pagi ini menguat 2% sementara Kospi menguat 3,5%,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Jumat (27/3/2020). 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik.