ANALIS MARKET (26/3/2020) : IHSG Berpeluang Bergerak Bervariatif dengan Potensi Mengalami Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Selasa 24/03/2020, IHSG ditutup melemah 51 poin atau 1,30% menjadi 3.937. Sektor aneka industri,property, infrastruktur, industri dasar,keuangan, barang konsumsi bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 632.3 miliar rupiah.

Adapun cerita hari ini akan kita mulai dari;

1.WHITE HOUSE & SENAT SEPAKAT!!!

Congratulations, pada akhirnya White House dan Senat sepakat untuk mencapai kesepakatan pada hari Rabu pagi mengenai bantuan sebesar $2 T, yang dimana paket tersebut seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya merupakan paket stimulus terbesar sepanjang sejarah Amerika, dan hal ini dilakukan untuk melawan efek dari wabah virus corona. Mc Connel mengatakan bahwa bantuan tersebut akan langsung diberikan kepada masyarakat Amerika, meningkatkan asurangi bagi pengangguran, dan bentuk pinjaman darurat terhadap usaha kecil, dan memberikan lebih banyak sumber daya bagi rumah sakit dan peralatan medis lainnya. Sejauh ini meskipun hasil akhirnya dari kesepakatan belum disampaikan, namun terlihat dari draft yang diberikan pada hari Selasa kemarin, Pemerintah akan menyediakan bantuan tunai hingga $1.200 untuk per orang, $2.400 untuk yang sudah menikah, dan $500 per anak, dan akan dikurangi apabila ternyata orang tersebut telah menghasilkan lebih dari $75.000 atau pasangan yang menghasilkan lebih dari $150.000. Bagi usaha kecil akan diberikan bantuan sebesar $350 miliar secara keseluruhan untuk membantu membayar gaji para pegawai. Tidak hanya itu saja, Pengusaha akan mendapatkan penangguhan mengenai pajak gaji. Mc Connel mengatakan RUU itu akan membantu menstabilkan industry nasional dan mencegah pengurangan pegawai. Maskapai penerbangan dan kargo dari Amerika telah meminta bantuan Pemerintah Amerika sebesar $58 miliar untuk membantu mengelola dampak dari wabah virus corona yang menyebabkan penurunan penumpang sehingga memberikan dampak terhadap arus cash flow perusahaan penerbangan. Pembahasan mengenai Perusahaan maskapai juga sudah dibahas kemarin, dan dalam rapat itu diputuskan bahwa maskapai penerbangan dilarang untuk melakukan pembelian kembali saham saham tersebut. Pemerintah akan mengambil sebagian saham tersebut dan maskapai penerbangan tidak perlu membayar kembali jaminan yang sudah diberikan. Perusahaan maskapai juga harus setuju untuk tidak melakukan pengurangan pegawai hingga akhir tahun. Mc Connel juga mengatakan bahwa paket ini akan mengcover masyarakat Amerika selama 4 bulan dimana hal ini merupakan perlawanan dari usaha pemberhentian pegawai dan cuti yang panjang. Partai Demokrat mengatakan bahwa mereka akan mengawasi setiap pinjaman yang ditawarkan oleh Amerika kepada perusahaan dengan membuat setiap document pinjaman akan diproses dengan sangat cepat dan memastikan juga bahwa pinjaman tersebut adil. Dalam RUU tersebut juga disampaikan bahwa bisnis yang dikendalikan atau dimiliki oleh Presiden, Wakil Presiden, anggota parlement dan kepala department eksekutif dilarang untuk menerima pinjaman. Sejauh ini, Senat akan mengesahkan undang undang tersebut para Rabu malam atau esok pagi. Atas dasar kesepakatan ini, Dow Jones naik lebih dari 11% pada hari Selasa kemarin, yang dimana kenaikkan tersebut mencatat kenaikkan terbesar sejak 1933 silam. Namun apakah ini efektif? Kami berfikir dengan apa yang dilakukan oleh Amerika tentu sangat luar biasa, mereka menjaga agar jangan sampai ekonomi mereka goyah, namun apakah ini akan selamanya sedangkan penyebaran masih terus berlanjut? Kami melihat langkah ini akan menjadi efektif apabila tingkat penyebaran juga harus dikendalikan, vaksin segera diberikan. Stimulus seperti apapun akan sia sia apabila bantuannya tidak diberikan seiring dengan pengendalian wabah tersebut. China memang memberikan stimulus ekonomi, namun mereka memberikan dalam batas tertentu, dan terfokus kepada penyebaran dan pengobatan. Dan ketika China pulih, bauran kebijakan moneter dan fiscal diberikan lebih banyak, hal ini memberikan gambaran bahwa China menjaga amunisi kebijakan agar sesuai dan memberikan sesuai dengan momentum yang tepat. Well, marilah kita berharap bahwa kenaikkan Dow Jones menjadi sebuah awal, namun kami meyakini, selama wabah tersebut belum dikendalikan, maka kenaikkan tersebut hanyalah morphin untuk sementara.

2.BANK SENTRAL CHINA IN ACTION

Bank Sentral China akan mengumumkan penurunan tingkat suku bunga deposito dalam beberapa mendatang. Financial Times melaporkan berita hangat ini. Jika hal itu benar terjadi, tentu saja hal ini menjadi yang pertama sejak 2015 silam. Pemotongan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan profitabilitas bank dan mendorong mereka untuk memberikan pinjaman yang lebih murah terhadap bisnis dan sector rumah tangga. Liu Guoqiang, wakil gubernur Bank Sentral China mengatakan bahwa pembuat kebijakan sedang mempertimbangkan hal ini. Alasan utama lainnya adalah untuk mendorong Bank meminjamkan pinjaman tapi tanpa harus menekan margin mereka. Tentu hal ini memberikan kabar yang baik, seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya di atas, bahwa China terus melakukan pemberian stimulus terhadap pemulihan perekonomian China ketika China sudah pulih. Kalau kita lihat sebelumnya China juga telah mendorong untuk melonggarkan kredit dan melakukan pemotongan pajak. Kami melihat ketika China sudah usai menghadapi wabah virus corona ini, maka China mungkin akan menjadi salah satu Negara yang akan recovery secara cepat. Apalagi sebelumnya, Pabrik ventilator di China sudah bekerja selama 24 jam dalam 7 hari untuk memastikan pengiriman ventilator yang diperlukan dunia untuk menangani wabah virus corona.

3.STABILITAS RUPIAH

Saat ini Pemerintah sedang mengkaji beberapa alternatif pada kebijakan kurs guna menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan, hal ini termasuk adanya kemungkinan penerapan currency board system yang tujuannya akan mematok rupiah terhadap dollar pada level tertentu. Sistem tersebut dinilai dapat menjadi solusi dimana mestabilkan nilai tukar di tengah masa – masa sulit ketika tahun 1998. Namun sayangnya, ketika tahun 1998 pemerintah tidak dapat menerapka currency board system dimana cadangan devisa yang mencukupi adalah sebagai syarat guna melancarkan kebijakan sesuai rencana. Hingga saat ini Bank Indonesia telah cukup komit dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas pada pasar keuangan. Bank Indonesia juga telah melakukan intervensi hampir Rp 3 triliun. Hal tersebut seiringan dengan aliran modal asing keluar akibat wabah Covid-19 yang hingga saat ini telah mencapai RP 125.2 triliun. Oleh karena itu, kami melihat strategi Bank Indonesia dalam menahan arus modal asing ini cukup perlu. Terlebih depresiasi rupiah yang terlalu lebar dinilai dapat mempengaruhi produktifitas industry dalam negeri.

4.AKHIRNYA…

Ditengah pusaran virus corona yang melanda dalam negeri dimana pemerintah RI membuat stimulus yaitu akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Stimulus tersebut sangat penting untuk masyarakat. Langkah ini sebagai respon pemerintah terhadap turunnya daya beli masyarakat dampak dari virus corona. Kami berpandangan ini merupakan program untuk meningkatkan daya beli masyarkat disaat mewabahnya virus corona. Dengan maksud untuk mendorong daya beli masyarkat stidaknya akan memberikan harapan daya konsumsi sehingga setidaknya ekonomi dalam negeri tidak terpuruk terlalu jauh, dan juga progam tersebut harus tepat sasaran yang layak menerima BLT tersebut. Tentu hal ini akan memberikan sebuah harapan bagi para pekerja harian untuk tetap menjalankan amanah dari Pemerintah mengenai Work From Home. Bantuan yang serupa juga tengah disiapkan oleh Go Jek untuk menjaga mitra mereka untuk tetap bekerja dan mendapatkan penghasilkan. Program tersebut dinamakan, Gojek Partner Support Fund. Tentu hal ini menjaga kestabilan ekonomi ditengah situasi dan kondisi seperti sekarang ini.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak bervariatif dengan potensi mengalami penguatan dan ditradingkan pada level 3.858 - 4.110. Tetap hati hati dan mencermati setiap sentiment yang ada,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Kamis (26/3/2020).