Indeks Kospi Terjun 5,34 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 83,69 poin, atau sekitar 5,34 persen, pada Senin (23/3/2020), menjadi 1.482,46. Volume perdagangan mencapai 636 juta saham senilai 9,5 triliun won atau sekitar US$7,5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 829 berbanding 66.

Perdagangan saham di Bursa Korea sempat dihentikan hanya enam menit setelah buka akibat indeks Kospi terjun lebih dari 5 persen. Angka indeks kemudian meningkat setelah otoritas kesehatan Korea Selatan menyebutkan hanya terjadi 64 kasus baru penyebaran virus Corona (COVID-19) di Negeri Ginseng, jumlah terendah dalam sebulan terakhir.

Total jumlah kasus COVID-19 di Korea Selatan mencapai 8.961 kasus, dengan 111 kasus berakhir dengan kematian pasien. Secara global, kasus COVID-19 mencapai 339.337 kasus dengan jumlah kasus yang berakhir dengan kematian pasien mencapai 14.703 kasus.

Menurut Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities, sentimen pasar masih sangat terpengaruh penyebaran COVID-19. “Eropa dan Amerika Serikat akan mengumumkan data manufaktur pekan ini. Sebagai dampak penyebaran COVID-19, angka manufaktur diperkirakan melemah sehingga tingkat kekhawatiran di pasar saham berpeluang untuk terus meningkat,” jelas Seo, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing melakukan penjualan saham untuk sesi ke-13 beruntun, hari ini melepas saham senilai 640 miliar won. Investor institusi menjual saham senilai 362 miliar won, sedangkan investor ritel membeli saham senilai 921 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun 6,39 persen dan 7,22 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing anjlok 3,09 persen dan 10,97 persen.

Di sisi lain, saham Celltrion meroket 14,75 persen dipicu optimisme terhadap pengembangan obat COVID-19 oleh perusahaan biofarmasi tersebut. Saham Samsung BioLogics melonjak 1,40 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 20 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.266,50 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diliputi keterpurukan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terjun 4,4 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia terjun 270,60 poin, atau sekitar 5,62 persen, menjadi 4.546. Bursa saham di Asia Tenggara terpuruk, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, terjun 85,45 poin, atau sekitar 3,11 persen, menjadi 2.660,17. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong tergelincir 1.108,94 poin, atau sekitar 4,86 persen, menjadi 21.696,13.